Atas Permintaan AS, Akses Citra Satelit Resolusi Tinggi di Timur Tengah Dibatasi
POROS PERLAWANAN — Perusahaan citra satelit asal Amerika Serikat, Planet Labs, menghentikan publikasi gambar udara beresolusi tinggi untuk wilayah konflik di Timur Tengah setelah menerima permintaan dari Pemerintah Presiden Donald Trump.
Kebijakan itu diumumkan pada Sabtu 4 April dan menandai perubahan signifikan dalam akses terhadap citra satelit di Kawasan yang tengah dilanda konflik. Dalam penjelasannya, Planet Labs menyebut Pemerintah Amerika meminta penyedia citra satelit menerapkan “pembatasan tanpa batas waktu” terhadap gambar-gambar tertentu.
Dalam surat kepada pelanggan yang diterima Agence France-Presse (AFP), perusahaan tersebut menyatakan mulai 9 Maret 2026 Planet Labs akan beralih ke sistem akses terkelola. Dalam skema baru ini, publikasi seluruh citra baru di area yang ditetapkan akan ditunda, sementara pelepasannya hanya dilakukan per kasus, bergantung pada kebutuhan mendesak, misi tertentu, atau pertimbangan kepentingan publik.
Sebelumnya, Planet Labs telah mendefinisikan area pembatasan tersebut mencakup seluruh pangkalan AS dan sekutunya di Kawasan, negara-negara Teluk, serta berbagai zona konflik yang sedang berlangsung.
Perusahaan itu juga mengindikasikan bahwa kebijakan baru ini diperkirakan akan tetap berlaku hingga konflik berakhir.
Langkah tersebut dipandang sebagai upaya Washington membatasi peredaran citra yang dapat mendokumentasikan kerusakan atau dampak serangan terhadap pangkalan dan kepentingan militernya di Kawasan. Dalam beberapa pekan terakhir, citra satelit kerap menjadi rujukan penting untuk menilai skala kerusakan akibat serangan dan respons militer di Timur Tengah.
