Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Atwan Ungkap 4 Faktor Netanyahu Terima Gencatan Senjata

Atwan Ungkap 4 Faktor Netanyahu Terima Gencatan Senjata

POROS PERLAWANAN – Analis terkemuka Arab, Abdel Bari Atwan menyatakan, Benyamin Netanyahu memulai perang besar terhadap Lebanon dengan tujuan untuk “menghancurkan Hizbullah.” Namun ia putus asa karena tak mampu mewujudkan tujuan-tujuannya, sehingga terpaksa menerima gencatan senjata.

Diberitakan Tasnim, Atwan menilai bahwa ada 4 alasan yang membuat PM Israel menerima kesepakatan gencatan senjata.

Pertama, para komandan militer memperingatkan Netanyahu bahwa Militer Rezim Zionis berada di ambang keruntuhan. Militer Israel tidak sanggup lagi bertempur di dua front (Gaza dan Lebanon).

Kedua, rasa takut dan kengerian yang menghinggapi orang-orang Zionis selama perang. Terutama pada pekan-pekan terakhir ketika Hizbullah meluncurkan 350 rudal dan drone ke arah Tanah Pendudukan. Dengan serangan-serangan ini, Hizbullah menunjukkan kepada semua bahwa seluruh kota Israel berada dalam jangkauan rudal-rudal Perlawanan. Setiap serangan rudal akan membuat jutaan orang Israel kabur ke tempat-tempat perlindungan.

Ketiga, ketidakmampuan AS melanjutkan bantuannya kepada Israel memaksa Presiden Joe Biden menekan Netanyahu untuk menerima gencatan senjata. Apalagi terbetik laporan bahwa seluruh gudang senjata Rezim Zionis sudah kosong. Di sisi lain, Biden berusaha mengakhiri karir politiknya dengan sebuah kesepakatan, agar partainya tidak kehilangan muka lagi di Pilpres mendatang.

Keempat, Netanyahu sadar bahwa ia tidak punya kemampuan mewujudkan satu pun dari tujuan-tujuan perangnya, termasuk penghancuran Hizbullah dan pemulangan penduduk Zionis ke permukiman-permukiman di Galilea. Oleh karena itu, dia terpaksa menerima syarat-syarat yang sebelum ini ditolaknya mentah-mentah.Mau tidak mau, akhirnya Netanyahu bersedia menyepakati gencatan senjata.

Faksi-faksi Poros Perlawanan menyambut baik gencatan senjata Lebanon dan memandangnya sebagai kemenangan Hizbullah atas Israel.

Dalam dua pernyataan terpisah, Ansharullah Yaman dan Kataib Hizbullah Irak menyambut baik gencatan senjata Lebanon dan Rezim Zionis. Dua faksi Perlawanan tersebut kembali menegaskan prinsip kesatuan medan dan perjuangan menghadapi Rezim Pendudukan.

Kataib Hizbullah Irak menegaskan, “beristirahatnya” salah satu pihak Perlawanan tidak mencederai prinsip “kesatuan medan.” Bahkan pihak-pihak baru akan terjun ke medan untuk menghadapi musuh.

Jubir Ansharullah, Muhammad Abdussalam menyatakan,”Lebanon telah mencatatkan kemenangan lain dengan melakukan perlawanan di hadapan Rezim Zionis.”

Ia menegaskan, perang melawan Rezim Zionis adalah suatu keniscayaan dan bahwa tiap perang memiliki berbagai tahap.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *