Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Axios: Trump Hampir Putuskan Serangan Militer Besar terhadap Iran

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sedang mempertimbangkan peluncuran serangan militer berskala besar terhadap Iran. Dalam wawancara eksklusif dengan media Axios, Trump mengatakan dirinya telah mendekati tahap pengambilan keputusan dan menyatakan militer Amerika Serikat siap melaksanakan operasi tersebut apabila memperoleh persetujuan akhir.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara yang dipublikasikan Axios pada Kamis (23/7/2026) dengan judul Exclusive: Trump “close” to decision on “massive attack” on Iran. Wawancara tersebut menjadi sinyal terbaru mengenai kemungkinan eskalasi kebijakan Washington di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Saya sedang mempertimbangkan sebuah serangan besar, lebih besar daripada serangan apa pun yang pernah kami lakukan. Saya hampir mengambil keputusan. Kami sepenuhnya siap melaksanakannya,” kata Trump kepada Axios.

Menurut Trump, pemerintahannya tengah mengkaji dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran dengan skala yang lebih luas dibandingkan operasi-operasi sebelumnya. Ia menyebut salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah serangan yang lebih besar daripada Operation Epic Fury, meskipun ia tidak menjelaskan target, bentuk operasi, maupun waktu pelaksanaannya.

Meski menyampaikan pernyataan bernada tegas, Trump mengakui bahwa keputusan tersebut akan membawa konsekuensi strategis dan politik. Karena itu, ia menegaskan belum mengambil keputusan final.

Axios, yang mengutip dua pejabat Amerika Serikat yang mengetahui pembahasan tersebut, melaporkan bahwa hingga kini belum ada keputusan resmi dari Gedung Putih. Kedua pejabat itu juga menyatakan belum ada perintah baru yang dikeluarkan kepada Departemen Pertahanan AS maupun militer Amerika untuk memulai operasi terhadap Iran.

Trump turut menyinggung kemungkinan keterlibatan Israel apabila operasi militer benar-benar dilaksanakan. Menurutnya, jika diminta, Israel akan bergabung dalam operasi tersebut “dalam waktu dua menit”. Namun, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk melancarkan operasi itu secara mandiri dan tidak bergantung pada dukungan negara lain.

Di sisi lain, Trump mengakui bahwa keterlibatan Israel berpotensi memunculkan konsekuensi yang lebih luas. Meski tidak merinci bentuk konsekuensi tersebut, pernyataannya mengisyaratkan bahwa perluasan aktor yang terlibat dapat meningkatkan risiko eskalasi konflik di kawasan.

Dalam wawancara yang sama, Trump kembali menyampaikan pandangannya mengenai jalur diplomasi dengan Iran. Ia mengklaim bahwa Teheran menginginkan perundingan, tetapi belum siap mencapai kesepakatan. Menurut Trump, Iran “belum merasakan tekanan yang cukup” untuk menerima sebuah perjanjian.

Laporan Axios tidak menyebut adanya keputusan akhir dari pemerintah Amerika Serikat maupun penetapan jadwal operasi militer. Dengan demikian, pernyataan Trump masih berada pada tahap pertimbangan kebijakan dan belum disertai langkah operasional dari militer AS.

Wawancara tersebut menjadi indikasi terbaru bahwa opsi militer tetap berada di atas meja pemerintahan Trump, bersamaan dengan upaya mempertahankan tekanan politik dan diplomatik terhadap Iran. Namun, hingga saat ini belum terdapat konfirmasi resmi mengenai pelaksanaan operasi maupun perubahan status kesiapan militer Amerika Serikat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *