Ayatullah Araki: Ancaman Trump terhadap Pemimpin Tertinggi adalah Perang atas Islam, Bukan Sekadar Iran
POROS PERLAWANAN — Ulama senior Iran dan Anggota Majelis Pakar Kepemimpinan, Ayatullah Mohsen Araki menyatakan bahwa ancaman yang dilayangkan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Pemimpin Tertinggi Iran merupakan deklarasi perang terhadap seluruh dunia Islam. Pernyataan tegas ini disampaikannya dalam wawancara dengan Kantor Berita Tasnim pada Rabu 2 Juli, menanggapi eskalasi terbaru dalam konflik regional.
“Ancaman terhadap Pemimpin Revolusi bukanlah ancaman terhadap individu atau negara semata. Itu adalah ancaman terhadap eksistensi Islam, terhadap seluruh umat, dan terhadap kehormatan agama ini,” ujar Ayatullah Araki.
Ia menambahkan bahwa umat Islam memiliki kewajiban syar’i dan moral untuk merespons ancaman tersebut dengan tindakan konkret di berbagai lini, militer, ekonomi, politik, hingga media. Menurutnya, fatwa-fatwa yang baru-baru ini dikeluarkan oleh para ulama besar telah memperjelas posisi hukum Islam terhadap agresor.
Serangan atas Kepemimpinan adalah Serangan atas Islam
Ayatullah Araki menyebut bahwa agresi terhadap Iran adalah bagian dari perang sistematis yang dirancang oleh Amerika Serikat dan dilaksanakan oleh Zionis. Ia menegaskan bahwa berdasarkan prinsip Fiqh, siapa pun yang mendukung Trump, Netanyahu, atau kebijakan agresif mereka terhadap dunia Islam, berada dalam posisi yang sama dengan kafir harbi, yaitu pihak yang memerangi Islam.
“Nyawa dan harta mereka yang mendukung mesin perang ini tidak berada dalam perlindungan. Ini adalah hukum Islam, bukan sekadar pendapat pribadi,” jelasnya.
Ia juga menyerukan agar umat Islam di seluruh dunia bertindak untuk “membuat para pelaku ancaman menyesali perbuatannya”. Menurutnya, serangan terhadap kepentingan Amerika dan Zionis di seluruh dunia merupakan bagian dari kewajiban syar’i untuk membela Islam dan pemimpinnya.
Pesan Global kepada Washington dan Sekutunya
Menanggapi pertanyaan seputar posisi otoritas keagamaan lain, Ayatullah Araki menyatakan bahwa fatwa Ayatullah Sistani pun merupakan sinyal serius terhadap Amerika dan mencerminkan prinsip-prinsip dasar hukum Islam.
“Fatwa Sayid Sistani bukan pendapat politis, itu adalah hukum Islam. Dunia harus tahu, Fatwa ini mewakili suara ratusan juta umat yang siap bergerak bila kehormatan agama dan kepemimpinan mereka diusik,” tegasnya.
Ia memperingatkan bahwa rezim-rezim Barat seperti Inggris, Prancis, dan Jerman yang secara resmi mendukung kebijakan agresif Amerika dan Israel, telah menempatkan diri mereka dalam posisi permusuhan terhadap dunia Islam.
Perang atas Islam, Bukan Sekadar Iran
Dalam penutupan pernyataannya, Ayatullah Araki menyampaikan bahwa Jihad melawan para agresor tidak memerlukan Fatwa baru karena hal itu merupakan bagian dari kewajiban defensif dalam syariat Islam. Namun, Fatwa para ulama saat ini telah memperjelas garis merah dan memberi legitimasi penuh atas tindakan yang diperlukan.
“Setiap Muslim, di mana pun berada, yang mampu menyakiti kepentingan Amerika dan Zionis, telah membela Islam. Ini bukan semata hak, ini kewajiban. Dan surga adalah balasan bagi mereka yang memenuhi kewajiban itu,” katanya.
Menurut Ayatullah Araki, perang yang dikobarkan oleh AS dan Israel bukan sekadar konflik geopolitik, tetapi merupakan perang ideologis melawan Islam, Al-Quran, dan Nabi Muhammad s.a.w.
