Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Ayatullah Khamenei: Ada Organisasi dan Perencanaan di Balik Penistaan terhadap Nabi Muhammad Saw

Ayatullah Khamenei: Ada Organisasi dan Perencanaan di Balik Penistaan terhadap Nabi Muhammad Saw

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato yang disiarkan secara langsung oleh televisi Iran pada Selasa 3 November, Ayatullah Ali Khamenei mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Muhammad Saw dan Imam Jafar Shadiq as kepada Umat Islam sedunia. Beliau menegaskan, persatuan Dunia Islam adalah solusi sejati untuk problem Muslimin.

Pemimpin Tertinggi Iran ini menyebut penyalahgunaan sains dan teknologi oleh kaum arogan saat ini. Ia mengatakan, ”Firaun hanya melakukan penindasan di lingkup Mesir. Namun ‘Firaun Masa Kini’, yaitu AS, menggunakan kemajuan teknologi untuk menginvasi negara-negara lain serta menyebarkan perang dan ketidakamanan.”

Ayatullah Khamenei menyatakan, contoh terbaru permusuhan Zionis terhadap Islam adalah penistaan Nabi Muhammad Saw dengan bahasa karikatur dan dukungan Presiden Prancis terhadap tindakan hina tersebut.

“Mereka berkata bahwa seseorang telah terbunuh. Baiklah, sampaikan belasungkawa dan keprihatinan untuk dia. Kenapa kalian harus mendukung karikatur kotor tersebut? Dukungan Prancis dan sejumlah negara lain menunjukkan keberadaan sebuah organisasi dan perencanaan di balik penistaan ini,” paparnya.

Beliau menyebut kemarahan dan protes Muslimin di seluruh dunia sebagai pertanda hidupnya Umat Islam. Namun, kata beliau, tetap saja ada sebagian penguasa negara Islam yang tidak memprotes penistaan kepada Nabi Saw.

Terkait justifikasi Prancis dengan kebebasan berpendapat, Ayatullah Khamenei mengatakan, ”Klaim ini diutarakan sebuah Pemerintah yang memberi suaka kepada teroris paling barbar dan kejam di dunia, yang telah mengotori tangan mereka dengan darah ribuan warga dan puluhan pejabat Iran; Pemerintah yang telah menyokong serigala haus darah seperti Saddam dalam Perang Teluk I, dan mempersekusi unjuk rasa rakyatnya sendiri, namun di saat yang sama, berkoar-koar soal kebebasan dan HAM.”

Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menyayangkan banyak pihak yang belum memahami makna penting Pekan Persatuan yang dicanangkan Imam Khomeini di masa itu.

“Kini terbukti betapa bernilainya persatuan Dunia Islam. Andai persatuan ini terwujud sejak lama, ia bisa mencegah terjadinya banyak perselisihan dan pertumpahan darah di Kawasan,” tandasnya.

Beliau menjelaskan, ternyata justru musuh-musuh Islam yang menyadari pentingnya inisiatif Imam Khomeini tersebut dan risikonya bagi rencana-rencana jahat mereka. Sebab itu, musuh-musuh Islam menggelar pusat-pusat pemikiran antipendekatan, membentuk kelompok teroris seperti ISIS, dan mengadu domba orang-orang yang lalai.

“Tentu dosa sebagian Pemerintah di Kawasan dan para penguasanya, yang memberi dukungan dana dan senjata untuk kelompok teroris, jauh lebih besar dari dosa orang-orang yang bergabung dengan teroris lantaran kefanatikan dan kebodohan mereka. Dalam hal ini, dalang utamanya adalah AS dan Saudi,” tandas beliau.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *