Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Badan Inteljen Militer Israel Terapkan Metode Baru Rekrut Mata-mata

Badan Inteljen Militer Israel Terapkan Metode Baru Rekrut Mata-mata

POROS PERLAWANAN – Dinukil Mehr dari al-Jazeera, setelah kegagalan Biro-biro Intelijen Rezim Zionis dalam memprediksi Operasi Badai al-Aqsa pada Oktober 2023, kini Tel Aviv memulai evaluasi atas instrumen-instrumen intelijen dan metode-metode pengumpulan informasi.

Harian Yedioth Ahronoth dalam laporannya memberitakan peningkatan upaya Israel dalam melatih kader-kader spesialis dalam berbagai bahasa dan dialek lokal. Tujuannya adalah memperkuat kemampuan intelijennya menyusul serangkaian kegagalan termutakhirnya. Berbagai Badan Intelijen Israel mendukung urgensi untuk kembali ke instrumen-instrumen konvensional, seperti bahasa dan perekrutan mata-mata di lapangan, selain menggunakan teknologi modern untuk mengawasi komunikasi dan medsos.

Sekaitan dengan ini, Badan Militer Israel (AMAN) telah memulai program pelatihan intensif selama 6 bulan. Pelatihan ini menyasar para pemuda yang telah lulus SMA. Orang-orang ini dipilih untuk mempelajari berbagai bahasa dan dialek tertentu sesuai kebutuhan keamanan.

Seorang perwira Israel menyatakan, tren ini akan berlanjut hingga tahun-tahun mendatang melalui penguatan dan pengembangan sistem kader-kader bahasa di lembaga keamanan.

Di sekolah-sekolah bahasa yang dikelola AMAN, ratusan serdadu tiap tahun mempelajari berbagai bahasa dan dialek Arab, termasuk Suriah, Lebanon, Palestina, Irak, dan Badui. Pelatihan ini tidak sekadar mencakup bahasa, namun juga meliputi materi-materi tekstual dan audio yang diambil dari realita di lapangan, seperti percakapan sehari-hari atau laporan berita. Para kader ini juga dijejali dengan berbagai idiom sehari-hari, musik, dan klip-klip video dari media-media sosial, supaya mereka bisa menguasa dialek Arab dengan baik.

Sumber militer ini mengatakan, tujuan pelatihan ini bukan hanya mendidik “penerjemah.” Tapi juga mendidik agen-agen intelijen yang mampu merangkai bahasa dengan pemahaman kultur, masyarakat, dan kearifan lokal.

“Untuk menjadi agen intelijen piawai, Anda harus mempelajari pandangan, budaya, dan norma-norma yang membentuk dasar pandangan mereka (orang Arab) tentang dunia,” ujarnya.

Harian Maariv melaporkan bahwa sebelum ini, Israel mengalami kesulitan dengan stok mata-mata di Yaman, sebab Tel Aviv tidak menyangka bahwa Ansharullah akan memerangi Israel. Hal ini mendorong Rezim Zionis mempekerjakan orang-orang Yahudi berlatarbelakang Yaman yang baru-baru ini tiba di Israel dan menguasa bahasa Arab dengan dialek Yaman. Mereka dimanfaatkan untuk menghimpun informasi terkait Ansharullah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *