Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Bahas Rencana Pemulihan Ekonomi Bersama Pasca Krisis Corona, Gaduh Silang Pendapat Warnai Pertemuan Darurat Uni Eropa

POROS PERLAWANAN – Para pemimpin Uni Eropa menggelar pertemuan darurat via telekonferensi guna membahas rencana persiapan pemulihan ekonomi dan keuangan bersama pasca krisis Corona.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, “Membiarkan satu bagian Eropa runtuh akan mengakibatkan kejatuhan seluruh Eropa.”

“Namun demikian, perbedaan dalam ukuran dan bentuk paket penyelamatan tetap ada,” imbuhnya.

Di akhir pertemuan lewat video streaming itu, Macron menekankan perlunya gerak maju dan spirit lebih kokoh dalam memperkuat kedaulatan Eropa setelah virus Corona.

“Ada beberapa opsi yang sedang dibahas. Yang penting adalah responsnya cukup kuat, yaitu melalui utang yang akan dibayar dan dijamin bersama, lalu dana ditransfer ke anggaran daerah yang paling terkena dampak dari sektor keuangan,” jelas Macron.

Macron mengakui, bahwa perbedaan pendapat tentang ukuran dan bentuk paket penyelamatan tetap ada, akan tetapi proyek Eropa tidak akan memiliki masa depan jika negara-negara tersebut gagal menangani guncangan dahsyat akibat virus Corona.

Dia menunjukkan, bahwa perbedaan utama bukan tentang hutang bersama, tetapi lebih kepada bentuk transfer keuangan. “Apakah dalam bentuk hibah atau pinjaman,” paparnya.

Dalam pertemuan darurat itu, para pemimpin negara-negara Uni Eropa membahas persiapan rencana keuangan untuk memulihkan ekonomi pasca krisis Corona, namun perbedaan pendapat muncul di antara mereka.

Secara paralel, Kanselir Jerman Angela Merkel mengonfirmasi kesediaannya untuk memberikan dukungan keuangan dalam upaya pemulihan itu, yang akan berjumlah sekitar dua triliun Euro. Namun ia perlu memahami rincian penggunaannya terlebih dahulu, sebelum membuat perjanjian.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa, Charles Michel mengonfirmasi bahwa para pemimpin Uni Eropa meminta untuk mempercepat pengembangan rencana pembiayaan bersama untuk upaya pemulihan ekonomi setelah pandemi Corona.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *