Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Bantah Fitnah Pemerintah Mansour Hadi, Ansharullah: Ledakan di Bandara Aden Tak Ada Hubungannya dengan Kami

Bantah Fitnah Pemerintah Mansour Hadi, Ansharullah: Ledakan di Bandara Aden Tak Ada Hubungannya dengan Kami

POROS PERLAWANAN – Anggota senior Kantor Politik Ansharullah, Muhammad al-Bukhayti menanggapi tuduhan Pemerintahan Mansour Hadi terkait ledakan di bandara Aden. Ia menegaskan, kejadian itu tak ada kaitannya dengan Ansharullah.

“Ledakan di Aden tidak berhubungan dengan kami. Tuduhan kepada kami dalam insiden ini adalah (topik) ulangan yang bertujuan untuk melibatkan kami dalam konflik para antek (Koalisi Agresor),” tandas al-Bukhayti, seperti dilansir al-Alam.

Sebelum ini, Menteri Informasi, Pariwisata, dan Budaya Pemerintah Hadi, Muammar al-Aryani menuding Ansharullah berada di balik ledakan tersebut. Ia berkata, ”Serangan ke bandara Aden dilakukan oleh kelompok Houthi.”

Seorang periset politik, Adil al-Musni dalam wawancara dengan stasiun televisi TRT secara implisit menyatakan bahwa milisi dukungan UEA adalah dalang ledakan di Aden. Menurutnya, milisi yang didukung UEA ingin melenyapkan Perjanjian Riyadh dan tampaknya tak ingin keluar dari Aden.

Wakil Menteri Informasi Yaman, Fahmi al-Yusufi menilai serangan ke bandara Aden sebagai pesan untuk faksi-faksi yang berafiliasi kepada Dewan Transisi Selatan Yaman. Ia mengatakan, konflik-konflik ini sama dengan menghidupkan kembali kejadian-kejadian di tahun 1986.

“Tujuan dari menghidupkan konflik lama di Aden adalah menyiapkan lahan bagi kembalinya rencana Britania-AS dan intervensi Saudi serta UEA,” kata al-Yusufi.

Menurutnya, pasukan Saudi bersama kelompok takfiri berada di Provinsi Abyan, sementara pasukan lain hadir di Aden.

Al-Yusufi berpendapat, kondisi terkini Yaman adalah pengulangan kejadian Afghanistan, yaitu ketika AS membidik semua rencana pembangunan dan berusaha untuk mengeruhkan situasi.

“Negara-negara agresor saat ini memerintah di Aden dan melakukan permainan untuk menghancurkan selatan Yaman. Mereka sama sekali tidak menghendaki adanya stabilitas di selatan.”

“Perkembangan di selatan Yaman menunjukkan, kawasan itu telah memasuki tahap baru konflik, yang tujuannya adalah memecah-belah kawasan selatan agar kekuatan-kekuatan asing meraih tujuan mereka,” tandasnya.

Tags: