Bantah Klaim Gedung Putih, Iran Tegaskan Tak Pernah Ajukan Permintaan Negosiasi Langsung dengan AS
POROS PERLAWANAN – Dalam rangkaian kebohongan terbaru yang dilontarkan oleh pejabat Gedung Putih dan beberapa media Amerika, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan kepada Fox News bahwa pihak Iran telah “menghubungi dan meminta dilaksanakannya pembicaraan tatap muka dengan pihak Amerika di Pakistan!” Oleh karena itu, ujar Leavitt, Trump mengirimkan Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk bernegosiasi dengan Iran.
Informasi yang digali Kantor Berita Tasnim menunjukkan, pernyataan Leavitt ini adalah kebohongan terang-terangan dan distorsi fakta. Iran tidak pernah meminta pembicaraan dengan pihak Amerika. Sebaliknya, hingga saat ini Teheran telah sepenuhnya menolak permintaan negosiasi Washington karena tuntutan-tuntutan mereka yang berlebihan.
Sejak jam-jam pertama setelah putaran pertama pembicaraan di Islamabad, Pakistan, pihak Amerika terus-menerus meminta negosiasi lanjutan melalui perantara Pakistan. Berbagai media mereka bahkan terus-menerus melaporkan bahwa Wapres AS, J.D Vance, Witkoff, dan Kushner sedang dalam perjalanan ke Pakistan.
Namun, meskipun Amerika sangat ingin dan membutuhkan negosiasi, Iran bersikeras bahwa karena tuntutan Amerika yang berlebihan, “saat ini dan dalam kondisi saat ini,” tidak ada rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei dalam sebuah unggahan di X, mengumumkan kedatangan Menteri Luar Negeri dan rombongannya di Islamabad. Ia mencuit: “Kami telah tiba di Islamabad, ibu kota Pakistan, dalam rangka kunjungan resmi. Dalam kunjungan ini, Menteri Luar Negeri Dr. Araghchi akan berkonsultasi dengan pejabat senior Pakistan mengenai upaya mediasi dan inisiatif baik mereka untuk mengakhiri perang agresif yang dipaksakan oleh Rezim AS dan Israel serta untuk menegakkan perdamaian di Kawasan.”
“Tidak ada pertemuan yang dijadwalkan antara Iran dan Amerika Serikat. Pandangan dan pertimbangan Republik Islam Iran akan disampaikan kepada pihak Pakistan,” imbuh Baghaei.
