Batalion Pro-Hadi Membelot dari Koalisi Saudi, Serahkan Diri dan Senjatanya ke Tentara Nasional dan Ansharullah Yaman - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Batalion Pro-Hadi Membelot dari Koalisi Saudi, Serahkan Diri dan Senjatanya ke Tentara Nasional dan Ansharullah Yaman

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, laporan media Yaman mengatakan bahwa seluruh batalion yang awalnya setia kepada mantan Presiden yang didukung Riyadh, Abd Rabbuh Mansur Hadi telah membelot ke tentara Yaman dan pejuang sekutu dari Komite Populer (Ansharullah).

Menurut laporan pada Sabtu, batalion dari brigade infanteri ke-117 pro-Hadi telah menyerahkan diri dan semua peralatan militernya kepada pasukan Yaman.

Perkembangan itu terjadi saat pasukan Yaman bergerak maju melawan pasukan koalisi pimpinan Saudi dan tentara bayaran mereka di provinsi Ma’rib.

Kelompok teroris ISIS telah secara terbuka mengonfirmasi bahwa anggotanya berperang bersama tentara bayaran di wilayah penghasil gas itu, yang dianggap sebagai benteng terakhir pasukan yang didukung Saudi di Yaman utara.

Dalam sebuah posting di akun Twitter-nya, Juru Bicara Ansharullah Yaman, Mohammed Abdul-Salam mengatakan, “Apa yang disaksikan Ma’rib adalah bagian dari pertempuran pembebasan nasional, dan dalam menghadapi agresi dan pengepungan yang berkelanjutan, bangsa kami bertekad untuk melanjutkan konfrontasi sampai pembebasan setiap inci wilayah yang diduduki”.

Pasukan Yaman telah berhasil merebut kendali atas wilayah al-Tala’a al-Hamra di Ma’rib barat serta pangkalan militer Kofal milik pasukan koalisi pimpinan Saudi di distrik Sirwah. Mereka juga telah mendorong pintu masuk timur ke kota Ma’rib.

Arab Saudi melancarkan agresi militer yang menghancurkan terhadap Yaman pada Maret 2015 bekerja sama dengan sejumlah negara sekutunya, dan dengan dukungan senjata dan logistik dari AS dan beberapa negara Barat. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kekuasaan rezim Hadi dan menghancurkan gerakan rakyat yang menjalankan urusan kenegaraan tanpa adanya pemerintahan yang efektif di negara tersebut.

Perang gagal mencapai tujuannya, tetapi telah membunuh puluhan ribu orang Yaman yang tidak bersalah dan menghancurkan infrastruktur negara yang miskin itu. PBB menyebut situasi di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *