Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Benarkah Darah Warga AS Lebih Berharga di Mata Riyadh Ketimbang Darah Korban Agresi Saudi dan Aksi Teror Wahabi?

Benarkah Darah Warga AS Lebih Berharga di Mata Riyadh Ketimbang Darah Korban Agresi Saudi dan Aksi Teror Wahabi?

POROS PERLAWANAN – Keluarga tiga serdadu AS, yang tewas dalam insiden penembakan oleh Mohammed Saeed al-Shamrani di pangkalan udara Pensacola tahun 2019 lalu, mengirim gugatan atas Pemerintah Saudi dan menuntut ganti rugi.

Dilansir al-Alam, dalam gugatan yang diserahkan ke Pengadilan Federal Pensacola itu, mereka menegaskan bahwa Saudi mustahil tidak mengetahui sikap ekstremis al-Shamrani.

Para pengacara mereka menyatakan, al-Shamrani telah menjalani pemeriksaan penuh saat bergabung dengan Angkatan Udara Saudi. Menurut mereka, Riyadh sudah tahu bahwa ia seorang ekstremis yang membenci AS. Hal ini terungkap dari laman Twitter al-Shamrani.

Dalam surat gugatan itu disebutkan, ”Di mata bangsa AS, tidak ada pengkhianatan yang lebih besar dari klaim sebuah negara yang mengklaim sebagai sekutu AS, padahal sebenarnya ia adalah musuh”.

Jelas bahwa Rezim Saudi, cepat atau lambat, pasti akan membayarkan ganti rugi kepada keluarga para korban. Bahkan sebenarnya, mereka tidak perlu melayangkan gugatan demi mendapat ganti rugi.

Alasannya jelas: para korban adalah warga AS, dan Pemerintah Saudi tidak punya pilihan selain menebus efek paham Wahabisme dan ekstremisme yang ditanamkan di benak para pemuda Saudi dan mengubah mereka menjadi serigala pemangsa bangsa-bangsa lain.

Namun di lain pihak, siapa yang akan memberikan ganti rugi senilai ratusan ribu dolar kepada keluarga-keluarga di Irak, Suriah, Yaman, Somali, Afghanistan, Pakistan, dan banyak negara-negara lain? Para keluarga yang anak-anak mereka tewas dan disembelih akibat provokasi para syekh Wahabi?

Sebagai contoh, siapa yang akan memberikan tebusan kepada keluarga lebih dari 5 ribu korban bom bunuh diri yang dilakukan orang-orang Saudi di Irak?

Salah satu pelaku bom bunuh diri ini mengungkapkan rasa gembira dan kebanggaan sebelum ia melakukan kejahatan ini dan membunuh warga Irak.

Kenapa Pemerintah Saudi tidak memberikan ganti rugi kepada keluarga korban di Irak? Apakah ini karena para pejabat Irak kurang tegas menuntut? Ataukah karena darah warga AS lebih berharga dari darah penduduk Irak? Kenapa Rezim Saudi tak pernah, walau satu kali, menerima tanggung jawab atas penyebaran paham Wahabisme dan ekspor para alumnus sekolah-sekolah Wahabi ke Irak?

Pemerintah Riyadh bukan hanya harus membayar ganti rugi atas semua kejahatan yang dilakukan warganya di seluruh penjuru dunia, tapi juga harus berhenti menggunakan kelompok takfiri untuk meraih tujuan-tujuan politiknya di negara-negara target.

Tags: