Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Bersama Ansharullah, Suku-Suku Terbesar di Yaman Siap Melawan UEA dan Arab Saudi

POROS PERLAWANAN — Seiring meningkatnya peringatan mengenai kemungkinan pecahnya konflik baru di Yaman, suku-suku yang bersekutu dengan Pemerintah Sanaa menyatakan kesiapan mereka secara terbuka.

Menurut Kayhan, pada Minggu 7 Desember, meningkatnya upaya koalisi Saudi–Emirat untuk memicu pemberontakan telah mendorong gelombang mobilisasi besar-besaran di kalangan suku. Suku-suku utama di sejumlah provinsi mengorganisasi kekuatan bersenjata mereka untuk mendukung Pemerintah Sanaa. Situs berita Yaman, Al-Khabar Al-Yemeni melaporkan bahwa langkah ini dimaksudkan sebagai pesan peringatan keras kepada koalisi Saudi–Emirat.

Provinsi Amran dan Ibb dilaporkan menjadi lokasi pertemuan dan unjuk kekuatan bersenjata pada Sabtu, di mana para tokoh suku memperingatkan Arab Saudi mengenai “konsekuensi dari setiap kemungkinan eskalasi” terhadap Yaman.

Sumber Fars yang mengutip Al-Khabar Al-Yemeni menyebutkan bahwa gerakan serupa juga terlihat dalam beberapa pekan terakhir di provinsi Sanaa, Dhamar, Sa’ada, Al-Bayda, dan Al-Jawf. Menurut sumber-sumber lokal, mobilisasi ini ditujukan untuk mendukung “pilihan Pemerintah Yaman yang sah dalam menghadapi kemungkinan langkah Saudi–Amerika”. Langkah ini muncul di tengah peringatan mengenai “upaya Amerika dan Israel untuk mendorong koalisi Saudi–Emirat memulai perang baru terhadap Yaman”.

Pada saat yang sama, pada Sabtu pagi, pasukan Saudi menargetkan wilayah Wadi Al-Raqo di kota Manbij, provinsi Sa’ada, dengan tembakan senapan mesin berat dan semi-berat. Sumber lokal melaporkan bahwa pasukan Saudi menembaki area permukiman dan pertanian secara luas dan tanpa pandang bulu, menimbulkan kepanikan di kalangan warga, terutama perempuan dan anak-anak. Serangan-serangan ini, menurut mereka, hampir terjadi setiap hari dan menyasar desa-desa perbatasan tanpa alasan yang jelas.

UEA dan Arab Saudi Incar Minyak Hadhramaut

Ketegangan terbaru di Provinsi Hadhramaut, provinsi terbesar dan terpenting di Yaman membawa dampak besar terhadap masa depan ekonomi, politik, dan geografi negara tersebut. Hadhramaut, yang terletak di tenggara Yaman, merupakan wilayah kaya minyak dan sumber daya alam, sehingga keberlanjutan produksinya di tengah ketidakstabilan keamanan menjadi isu utama.

Para analis menilai UEA dan Arab Saudi tengah bersaing ketat untuk menguasai provinsi penghasil minyak ini. Surat kabar Al-Arabi Al-Jadeed dalam laporannya menulis bahwa setelah pasukan “Dewan Transisi Selatan” (yang didukung UEA) mulai menguasai kota Sion, Wadi, dan Gurun Hadhramaut, wilayah tempat fasilitas dan ladang minyak berada, masa depan operasi minyak di kawasan ini menjadi tidak menentu. Sementara itu, pasukan “Aliansi Suku Hadramaut” yang menuntut otonomi wilayah tetap mempertahankan kendali atas fasilitas “Petro-Mesila”.

Mengutip Fars, sumber lokal mengatakan kepada Al-Arabi Al-Jadeed bahwa komite yang dipimpin Gubernur baru Hadhramaut, Salem Al-Khabshi, telah melakukan negosiasi intensif dengan para pemimpin koalisi suku. Koalisi tersebut menuntut keterlibatan langsung dalam pengelolaan sektor minyak terbesar Yaman serta kewenangan luas bagi masyarakat setempat dalam mengelola sumber dayanya.

Para ekonom menilai dinamika ini sebagai “perebutan pengaruh” atas sumber daya, sebuah strategi yang umum dijalankan kekuatan regional dan internasional. Hadhramaut saat ini menyumbang sekitar 51 persen cadangan dan produksi minyak Yaman, dengan ladang “Masilah” menjadi kawasan produksi terkaya di negara itu.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *