Bom dalam Bentuk Boneka, Mimpi Buruk yang Hantui Gang-gang Gaza
POROS PERLAWANAN – Pencarian sekerat roti berubah menjadi bencana memilukan bagi anak-anak Palestina di Gaza. Bom-bom yang dipasang di dalam mainan menjadi malaikat pencabut nyawa mereka.
Diberitakan Fars, beberapa hari lalu, Muhammad Bakar keluar rumah bersama adiknya untuk mencari makanan. Namun perjalanan singkat mereka berubah menjadi bencana. Di tengah perjalanan, mereka menemukan mainan berisi bom yang ditinggalkan pasukan Israel.
Dua bocah itu menyangka, mainan tersebut bisa meredakan lapar mereka serta menciptakan suasana gembira di tengah krisis pangan dan pengeboman tanpa henti berbagai titik di Gaza. Mereka membawa pulang mainan itu ke tenda mereka di barat Gaza dan bermain dengannya. Saat itu, Muhammad berkata kepada ibunya bahwa ia akan “menerangi tenda dengan mainan tersebut.”
Omongan Muhammad bak petir yang menyambar ibunya. Sebab sang ibu menyadari bahwa mainan yang dibawa anaknya berbentuk “rudal”. Saat itu juga ia tahu mainan tersebut akan meledak.
“Mainan” itu meledak beberapa detik kemudian. Ledakan itu memotong tangan Muhammad, mencederai saudaranya, dan melukai wajah ibunya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Gaza berulang kali menjadi saksi ledakan amunisi Israel yang tersisa; amunisi yang meledak saat anak-anak bermain.
Menukil dari seorang awak medis di Gaza, harian al-Araby al-Jadeed melaporkan bahwa biasanya amunisi-amunisi yang ditinggalkan itu dalam bentuk mainan atau makanan kaleng.
Pada Maret lalu, Jubir Polisi Gaza, Muhammad Zarqa menyatakan, diperkirakan ada lebih dari 30 ribu benda yang berpotensi meledak masih terserak di seluruh Gaza.
Laporan dari berbagai lembaga HAM menyatakan, amunisi yang tertinggal di Gaza sangat membahayakan warga sipil, terutama anak-anak. Mereka tidak boleh menyentuhnya dengan alasan apa pun.
