Brigade al-Qassam dan al-Aqsa Kompak Sebut Ramallah Lewati Garis Merah
POROS PERLAWANAN – Brigade al-Qassam (sayap militer Hamas) dan Brigade al-Aqsa (sayap militer Fatah) di kamp pengungsi Jenin menyatakan, Otoritas Nasional Palestina (PNA) secara sengaja dan sistematis telah menginjak-injak garis merah dan membunuhi orang-orang tak berdosa.
“PNA telah menghalangi kamp Jenin mendapatkan air, listrik, dan pendidikan,” tegas Brigade al-Qassam dan al-Aqsa, Fars melaporkan.
Dua faksi Perlawanan ini meminta dari orang-orang yang masih berakal untuk melaksanakan tanggung jawab mereka serta mengakhiri kezaliman dan tekanan terhadap kamp Jenin.
“Kesabaran kami sudah hampir habis. Jangan sampai PNA memaksa kami berada di sebuah segi empat tak berujung,” tegas al-Qassam dan al-Aqsa.
“Berada di segi empat tak berujung hanya menguntungkan musuh. Kami ingin senjata-senjata kami hanya membidik orang-orang Zionis.”
Sejak satu bulan terakhir, aparat keamanan PNA berkoordinasi dengan Rezim Zionis dalam mengambil tindakan represif terhadap para pejuang Perlawanan di Jenin. PNA mengepung kamp Jenin dan memutus pasokan air serta listrik.
Dengan populasi sebanyak 15 ribu orang, kamp Jenin adalah salah satu pangkalan terpenting Perlawanan Palestina di Tepi Barat. Kamp ini menjadi simbol keteguhan di hadapan Rezim Pendudukan sejak masa Intifada II.
Sejak 5 Desember silam, PNA mengepung kamp Jenin dengan koordinasi dan pengawasan penuh Jenderal AS, Michael Wenzel. Wenzel adalah Koordinator Keamanan AS di Palestina. PNA mengeklaim, pihaknya mengendalikan keamanan dan melawan para pelanggar hukum.
Di sisi lain, para penduduk kamp menegaskan bahwa Mahmoud Abbas melakukan tindakan ini atas tekanan AS dan Israel guna melenyapkan faksi-faksi Perlawanan, yang telah memperoleh kekuatan lebih besar dalam beberapa tahun terakhir.
Kamp Jenin berada di utara Tepi Barat. Kamp ini dibangun pada tahun 1953 untuk ditinggali oleh orang-orang Palestina yang terusir dari rumah-rumah mereka di tahun 1948 dan setelahnya.
