Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Meski Hamas Sudah Serahkan Semua Tawanan yang Masih Hidup, Israel Tetap Langgar Gencatan Senjata

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, dalam sebuah langkah bersejarah yang mencerminkan komitmen teguh terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan perjuangan, sayap militer dari Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Brigade Al-Qassam mengumumkan bahwa pihaknya telah menyerahkan seluruh tawanan Pendudukan Zionis yang masih hidup, serta jenazah yang berhasil ditemukan, sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran dalam Operasi Badai Al-Aqsa.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu malam 15 Oktober melalui akun media sosial mereka, Brigade Al-Qassam menegaskan bahwa mereka telah “sepenuhnya mematuhi butir-butir kesepakatan yang sedang berlangsung”. Ditegaskan pula bahwa jenazah lain yang belum ditemukan memerlukan peralatan khusus dan upaya tambahan untuk diangkat dari puing-puing kehancuran akibat agresi brutal penjajah.

“Perlawanan telah mencurahkan segala kemampuan untuk menutup sepenuhnya berkas ini. Namun, apa yang tersisa berada dalam kondisi yang sangat sulit dijangkau,” tegas pernyataan tersebut.

Tak lama setelah pengumuman itu, dua jenazah tawanan Israel diserahkan pada pukul 22.00 malam, sebagai bagian dari implementasi kesepakatan. Sumber-sumber Zionis mengonfirmasi bahwa Komite Internasional Palang Merah telah dikerahkan untuk menerima jenazah-jenazah yang ditahan di Gaza.

Gaza Terima 45 Jenazah Syuhada Palestina dari Penjara Zionis

Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan bahwa mereka telah menerima 45 jenazah syuhada Palestina yang sebelumnya ditahan dalam penjara-penjara Pendudukan dan kini diserahkan oleh Komite Palang Merah Internasional. Jumlah tersebut menambah total jenazah syuhada yang dibebaskan menjadi 90.

Dalam suasana duka dan kehormatan, tim medis Gaza terus menjalankan tugas mereka di tengah keterbatasan ekstrem, melakukan identifikasi dan pemeriksaan forensik demi memastikan jenazah kembali kepada keluarga mereka dengan martabat.

“Kami berkomitmen pada prinsip kemanusiaan kami. Terlepas dari kondisi bencana, kami akan terus menjunjung tinggi martabat rakyat kami, bahkan dalam kematian,” demikian pernyataan resmi Kementerian.

Komite Palang Merah Internasional menyerukan agar proses pertukaran dilakukan secara bermartabat, menghormati hukum kemanusiaan internasional dan hak-hak dasar manusia.

Israel Kembali Mengkhianati Gencatan Senjata

Namun, di tengah implementasi perjanjian ini, Rezim Pendudukan Israel sekali lagi menunjukkan wajah aslinya. Tak butuh waktu lama, Zionis melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan drone yang menewaskan tujuh warga sipil Palestina dan melukai banyak lainnya.

Serangan terjadi di berbagai lokasi, termasuk lingkungan al-Shujaiya di timur Kota Gaza, kamp pengungsi Jabalia al-Balad, serta wilayah Khan Younis di selatan Jalur Gaza. Di antara yang menjadi syuhada adalah warga sipil yang baru kembali ke rumah mereka, mencoba menyelamatkan sisa-sisa hidup mereka dari reruntuhan.

Media rezim sendiri mengakui bahwa serangan ini dilakukan hanya tiga hari setelah gencatan senjata diumumkan, memperlihatkan ketidakseriusan dan penghinaan terang-terangan terhadap perjanjian dan norma internasional.

Perlawanan Tetap Tegak, Rakyat Tetap Berdiri

Di tengah kejahatan berulang yang dilakukan entitas penjajah, Perlawanan Palestina tetap menunjukkan wajah kemanusiaan dan kehormatan. Dalam peperangan yang tak seimbang ini, mereka tetap menjaga nilai, menyerahkan tawanan, dan menghormati kesepakatan, sesuatu yang tak mampu ditiru oleh entitas Zionis yang terus menerus mengingkari janji dan menumpahkan darah.

Tags: