Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Cendekiawan Aljazair Sebut Ayatullah Khamenei Tak Ada Tandingannya di Dunia dan Simbol Kebangkitan Islam Melawan Hegemoni Global

POROS PERLAWANAN – Dalam forum virtual bertajuk Front Martabat Islam yang digelar oleh Persatuan Ummah, Pembela Martabat Islam pada Selasa 8 Juli, cendekiawan dan pemikir asal Aljazair, Yahya Abu Zakaria menyampaikan pujian luar biasa terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Ia menyebut Sayyid Khamenei sebagai figur yang “tak tertandingi di dunia”, sekaligus sebagai “simbol kebangkitan Islam melawan hegemoni global”.

“Kita semua di dunia Islam mendukung pemimpin kita, Imam Khamenei. Kita bantu pendekatannya dengan segenap kekuatan, bahkan siap mengorbankan diri demi jalan ini, dan bertemu Tuhan sebagai para syuhada,” tegas Abu Zakaria dalam pidatonya yang emosional.

Iran sebagai Benteng Perlawanan

Menurut Abu Zakaria, Iran adalah satu-satunya negara yang benar-benar hidup demi nilai-nilai Islam dan berdiri sebagai garda terdepan dalam membela dunia Muslim. Ia menilai bahwa sejak masa Imam Khomeini hingga kepemimpinan Ayatullah Khamenei, Republik Islam telah menunjukkan konsistensi luar biasa dalam menghadapi “arogansi global”.

“Sejarah akan mencatat bahwa Iran adalah bangsa yang menolak tunduk pada penghinaan. Ketika Palestina dibantai, Lebanon dan Yaman diserang, dan umat Muslim dari Maroko hingga Indonesia menderita, hanya Iran yang bangkit untuk membela Islam Muhammad yang sejati.”

Ia juga menyinggung pengkhianatan para penguasa Arab dan Muslim yang, menurutnya, telah berlutut di bawah tekanan dan dominasi Amerika Serikat serta Israel.

Sosok Pemimpin Visioner

Abu Zakaria secara khusus mengangkat sosok Sayyid Khamenei sebagai pemimpin yang tak hanya memiliki legitimasi keagamaan, tapi juga keteguhan, kejernihan visi, dan keberanian luar biasa di medan geopolitik.

“Imam Sayyid Ali Khamenei adalah satu-satunya pemimpin yang berani berkata tegas ketika seluruh dunia Arab diam. Saat mereka mengancamnya dengan kematian, ia menjawab dengan martabat: ‘Dibunuh adalah tradisi kami, dan syahadah adalah kemuliaan kami’.”

Menurutnya, kepemimpinan seperti ini langka di dunia kontemporer, bahkan bukan hanya di dunia Islam, melainkan secara global.

Seruan Solidaritas Dunia Islam

Di akhir pidatonya, Abu Zakaria menyerukan agar umat Islam di seluruh dunia bersatu di bawah bendera perjuangan yang diusung oleh Imam Ali Khamenei dan Iran. Ia menyatakan bahwa perjuangan ini bukan hanya milik satu negara, melainkan juga merupakan tanggung jawab kolektif umat Islam.

“Dengan pikiran, budaya, dan peradaban kita, kita harus mendukung Imam Khamenei. Demi Tuhan, kita siap mengorbankan diri untuk jalan ini.”

Pernyataan Yahya Abu Zakaria mencerminkan kuatnya simpati dan dukungan terhadap Iran sebagai Pusat Perlawanan Islam global. Dalam narasi yang sarat ideologis dan emosional, ia menegaskan posisi Imam Khamenei sebagai ikon resistensi terhadap dominasi Barat dan simbol harapan bagi dunia Muslim yang tengah terpuruk.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *