Chile Berubah Haluan, dari Pendukung Palestina Menuju Kedekatan dengan Israel
POROS PERLAWANAN — Perubahan arah politik di Chile pasca-terpilihnya Presiden sayap kanan, José Antonio Kast mulai tecermin dalam kebijakan luar negeri negara tersebut. Penguatan hubungan dengan Israel memunculkan perdebatan di negara yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi komunitas Palestina terbesar di luar Timur Tengah.
Menurut laporan Kantor Berita IRNA pada Minggu 21 Juni, perubahan tersebut menandai pergeseran dari kebijakan Pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden Gabriel Boric yang dikenal sebagai salah satu pengkritik paling vokal terhadap operasi militer Israel di Gaza.
Di kawasan Patronato, pusat perdagangan yang ramai di Santiago, identitas Palestina masih terlihat kuat. Bendera Palestina menghiasi jalan-jalan, sementara toko, restoran, dan pusat kegiatan budaya mencerminkan jejak komunitas yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial Chile selama lebih dari satu abad.
Saat ini, sekitar 500 ribu warga keturunan Palestina tinggal di Chile, menjadikannya komunitas Palestina terbesar di luar kawasan Timur Tengah dan dunia Arab.
Pergeseran Kebijakan di Era Kast
Sejak memenangkan Pemilu pada Desember 2025, Kast segera mengisyaratkan perubahan arah kebijakan luar negeri.
Salah satu langkah awalnya adalah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Israel, Isaac Herzog di Kosta Rika pada Mei 2026. Kast juga memasukkan pengacara Yahudi, Itam Bloch, yang memiliki hubungan dengan sejumlah organisasi Zionis di Argentina, Amerika Serikat, dan Israel, ke dalam lingkaran penasihat kebijakan internasionalnya.
Selain itu, Kast menunjuk mantan Ketua Komunitas Yahudi Chile, Gabriel Zaliasnik, sebagai Duta Besar Chile untuk Israel. Posisi tersebut sebelumnya kosong selama dua tahun.
Pemerintahan baru juga menyatakan komitmen untuk memperluas kerja sama dengan Israel di bidang pertanian, kesehatan, kecerdasan buatan, teknologi, dan keamanan.
Berbeda dengan Era Boric
Arah baru tersebut kontras dengan kebijakan Presiden sebelumnya, Gabriel Boric.
Selama masa Pemerintahannya, Chile menarik duta besarnya dari Israel, bergabung dalam gugatan Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional, serta mendukung berbagai upaya hukum internasional terhadap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.
Pada Mei 2025, Boric juga memerintahkan penarikan atase militer Chile dari Tel Aviv.
Pemerintahannya mengalokasikan bantuan sebesar 200 ribu Dolar AS kepada dana kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Gaza dan secara aktif menjalin komunikasi dengan Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas guna menegaskan dukungan terhadap perdamaian dan keamanan.
Jejak Panjang Komunitas Palestina
Kehadiran warga Palestina di Chile berawal dari gelombang migrasi pada akhir abad ke-19, terutama dari kota-kota seperti Bethlehem, Beit Jala, dan Beit Sahour.
Melalui perdagangan, industri tekstil, serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya, mereka secara bertahap membangun posisi penting dalam kehidupan ekonomi Chile.
Pengaruh komunitas ini kemudian meluas ke bidang budaya dan politik. Salah satu simbol paling dikenal adalah Klub Deportivo Palestino yang menjadi representasi identitas Palestina di Chile dan Amerika Latin.
Pada 1912, komunitas Palestina juga menerbitkan surat kabar berbahasa Arab pertama di Chile, Al-Murshid, yang menjadi bagian dari upaya mempertahankan identitas budaya mereka.
Dalam bidang politik, pengaruh komunitas Palestina telah terlihat sejak lama. Pada 1947, Chile memilih abstain dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB mengenai rencana pembagian Palestina, sebuah keputusan yang banyak dikaitkan dengan aktivitas dan pengaruh komunitas Palestina-Chile.
Chile kemudian mengakui Negara Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat pada 2011.
Palestina Menjadi Isu Politik Domestik
Menurut IRNA, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa isu Palestina-Israel kini menjadi salah satu garis pemisah utama dalam politik Chile.
Kelompok kiri, serikat pekerja, dan organisasi masyarakat sipil terus aktif menyuarakan solidaritas terhadap Palestina. Seruan aksi dan demonstrasi dukungan untuk Palestina di Santiago dalam beberapa waktu terakhir mendapat respons luas dari berbagai organisasi sosial.
Sebaliknya, dukungan sebagian tokoh sayap kanan terhadap Israel juga memicu reaksi keras dari aktivis pro-Palestina. Beberapa aksi protes bahkan berujung pada penangkapan peserta demonstrasi.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai Palestina dan Israel tidak lagi terbatas pada kalangan elite politik, melainkan telah menjadi bagian dari dinamika masyarakat sipil Chile.
Bagian dari Pergeseran Politik Amerika Latin
IRNA menilai perubahan arah kebijakan Chile tidak dapat dipisahkan dari perkembangan politik yang lebih luas di Amerika Latin.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah Pemerintahan konservatif di Kawasan menunjukkan kecenderungan mempererat hubungan dengan Amerika Serikat dan mengambil posisi yang lebih dekat dengan Israel.
Kast dipandang berada dalam spektrum politik yang sejalan dengan pendekatan konservatif Amerika Serikat, khususnya dalam isu keamanan, migrasi, dan kebijakan luar negeri.
Di sisi lain, sejumlah negara Amerika Latin yang dipimpin pemerintahan kiri, seperti Kolombia dan Bolivia, justru mengambil sikap yang lebih kritis terhadap kebijakan Israel dan meninjau kembali hubungan diplomatik mereka dengan Tel Aviv.
Dalam konteks tersebut, arah baru kebijakan Chile tidak hanya mencerminkan perubahan hubungan bilateral dengan Israel. Pergeseran tersebut juga menjadi bagian dari penataan ulang lanskap politik Amerika Latin yang semakin dipengaruhi persaingan antara kekuatan politik kanan dan kiri dalam memandang isu-isu internasional, termasuk persoalan Palestina.
Dengan keberadaan komunitas Palestina yang besar dan berpengaruh, setiap perubahan sikap Santiago terhadap Israel hampir pasti akan bergaung hingga ke ruang politik domestik. Karena itu, isu Palestina-Israel diperkirakan tidak hanya menjadi bagian dari agenda kebijakan luar negeri Chile, tetapi juga berkembang menjadi salah satu arena pertarungan ideologis yang menentukan arah politik negara tersebut pada tahun-tahun mendatang.
