Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Apa yang Terjadi dalam Perundingan Swiss? Dari Lebanon hingga Sanksi, Ini Pokok-Pokok Hasil Dialog Tim Negosiator ‘Minab 168’

POROS PERLAWANAN — Delegasi perunding Iran yang tergabung dalam tim “Minab 168” meninggalkan Zurich pada Senin 22 Juni, setelah menjalani hampir 18 jam perundingan intensif di Swiss. Pembicaraan yang dimediasi Qatar dan Pakistan itu berfokus pada pelaksanaan komitmen Amerika Serikat dalam kerangka Nota Kesepahaman Islamabad, sekaligus membuka jalan bagi tahap lanjutan negosiasi yang akan berlangsung dalam 60 hari ke depan.

Menurut laporan Fars News Agency pada Senin 22 Juni, delegasi Iran yang tiba di Swiss pada Sabtu sore mengikuti serangkaian pertemuan bilateral, multilateral, dan satu pertemuan empat pihak selama sekitar 80 menit yang turut melibatkan perwakilan Amerika Serikat, Qatar, dan Pakistan.

Fokus Utama Perundingan

Menurut sumber-sumber Iran yang dikutip Fars, agenda utama pembicaraan adalah pelaksanaan Pasal 13 Nota Kesepahaman Islamabad yang dipandang sebagai prasyarat memasuki tahap akhir negosiasi.

Dalam kerangka tersebut, Iran menekankan penghentian konflik di seluruh front, terutama di Lebanon, pembukaan kembali jalur pelayaran, pelonggaran blokade, penerbitan pengecualian sanksi sektor energi, serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa penghentian perang di seluruh front, khususnya Lebanon, merupakan syarat utama sebelum proses perundingan dapat memasuki tahap berikutnya.

Pertemuan Empat Pihak Sempat Terhenti

Fars melaporkan bahwa pertemuan empat pihak sempat terhenti setelah muncul pernyataan yang dianggap mengandung ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurut Baghaei, delegasi Iran memutuskan tidak melanjutkan pertemuan dalam format empat pihak setelah pernyataan tersebut dipublikasikan.

Ia mengatakan Qatar dan Pakistan berupaya mempertahankan jalannya dialog, namun Iran menegaskan bahwa pembicaraan tidak dapat dilanjutkan dalam format yang sama.

Pembentukan Mekanisme Baru

Setelah perundingan berakhir, Qatar dan Pakistan menerbitkan pernyataan bersama yang mengumumkan pembentukan sebuah “Komite Tinggi” untuk mengawasi proses politik dan jalannya mediasi.

Menurut pernyataan tersebut, kelompok kerja teknis di bidang nuklir, sanksi, pengawasan, dan penyelesaian sengketa akan dibentuk guna melanjutkan pembahasan substansial.

Para pihak juga disebut menyepakati peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam rentang waktu 60 hari.

Selain itu, direncanakan pembentukan jalur komunikasi langsung untuk mencegah kesalahpahaman dan mendukung keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Lebanon Menjadi Agenda Sentral

Isu Lebanon menjadi salah satu fokus utama pembicaraan di Swiss.

Menurut laporan Fars, para pihak menyepakati pembentukan mekanisme yang disebut “Unit Pengendalian Konflik” dengan partisipasi Iran dan Lebanon serta fasilitasi mediator guna mengawasi keberlanjutan penghentian konflik di negara tersebut.

Pejabat Iran menegaskan bahwa pelaksanaan poin-poin lain dalam nota kesepahaman tidak akan bergerak ke tahap berikutnya sebelum isu penghentian perang di Lebanon memperoleh kejelasan.

Sanksi dan Aset yang Dibekukan

Anggota delegasi Iran menyatakan bahwa rancangan pengecualian sementara terhadap sanksi ekspor minyak dan produk petrokimia telah mencapai tahap finalisasi.

Selain itu, menurut sumber yang dikutip Fars, nota kesepahaman mengenai pembebasan sebagian aset Iran yang dibekukan telah ditandatangani antara Teheran dan Doha.

Pembahasan mengenai penerbitan izin penjualan minyak serta mekanisme transfer dana juga disebut mengalami kemajuan.

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyebut penangguhan sanksi ekspor minyak dan petrokimia, dimulainya pembebasan sebagian aset yang dibekukan, serta berakhirnya blokade laut sebagai bagian dari hasil putaran perundingan tersebut.

Negosiasi Berlanjut di Tingkat Teknis

Meski delegasi politik Iran telah meninggalkan Swiss, proses negosiasi belum berakhir.

Pembahasan akan dilanjutkan pada tingkat teknis dan ahli di bawah pimpinan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, untuk menyusun rincian implementasi berbagai kesepakatan yang telah dibahas.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah poin yang diumumkan dalam laporan Fars dan pernyataan para pejabat Iran, termasuk terkait Lebanon, Selat Hormuz, pembebasan aset yang dibekukan, serta penangguhan sanksi energi, belum diumumkan secara terpisah oleh seluruh pihak yang terlibat dalam perundingan. Karena itu, sejumlah klaim tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari para pihak terkait.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *