CNN: Cara ‘Keras’ Trump Sikapi Iran Tidak Dikehendaki para Penasihatnya
POROS PERLAWANAN – CNN mengakui adanya perbedaan pendapat di kubu AS terkait cara menyikapi Iran dalam perundingan nuklir.
“Di saat Donald Trump masih menggunakan bahasa ancaman kemungkinan perang jika perundingan dengan Iran gagal, para pejabat AS lainnya memilih untuk bersikap lebih lunak dalam perundingan mendatang,” lapor CNN, diberitakan Fars.
Pada Rabu 9 April lalu, Trump mengatakan,”Jika tindakan militer diperlukan, kami akan melakukannya. Jelas bahwa Israel akan sangat terlibat dalam hal ini. Mereka akan menjadi pemimpin (operasi militer ini).”
Pada akhir bulan lalu, Utusan AS dalam perundingan, Steve Witkoff menegaskan bahwa “sebuah jalan keluar diplomatik” dengan Iran masih bisa dicapai. Dalam wawancara dengan figur media yang dekat dengan Trump, Tucker Carlson, Witkoff menyanjung kekuatan militer AS. Namun dengan cepat ia menambahkan bahwa “ini tidak berarti sebuah ancaman.”
“Jika orang-orang Iran menyimak acara ini, saya harus mengatakan bahwa bukan saya yang mengumbar ancaman. Wewenang ini dimiliki oleh Presiden,” ujar Witkoff.
Seorang mantan pejabat AS, yang sebelum ini pernah berunding dengan Iran soal isu nuklir, juga tidak melontarkan ancaman militer. Dia mendeskripsikan perundingan tak langsung Tehran-Washington sebagai titik mula bagi kedua belah pihak, agar mereka bisa mengkaji apakah perundingan yang lebih banyak bisa dilakukan atau tidak.
Menurut laporan CNN, sejumlah pejabat AS berkata bahwa Washington mungkin akan menggiring Tehran ke arah penghapusan total program nuklirnya, termasuk sektor nonmiliternya, meski Iran memiliki hak untuk mendapatkannya sesuai perjanjian nuklir PBB.
