Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

CNN: Ukraina Hanya Bisa Bertahan Beberapa Minggu Tanpa Bantuan AS

POROS PERLAWANAN – Seiring dengan terhentinya pengiriman bantuan militer dari Amerika Serikat ke Ukraina, CNN pada Senin 4 Maret, mengutip para pakar hubungan internasional yang memperingatkan bahwa langkah ini akan berdampak signifikan terhadap jalannya perang, bahkan sebelum musim panas dimulai.

“Dampaknya akan sangat besar. Saya menganggapnya sebagai sesuatu yang melumpuhkan,” ujar analis dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), Mark Cancian.

Penghentian pengiriman peralatan militer AS ke Ukraina semakin memperburuk situasi Kiev dalam menghadapi Rusia. Dampak dari pertemuan kontroversial antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina masih terus berlanjut.

Seorang pejabat Eropa yang dikutip CNN menyatakan bahwa Ukraina kemungkinan dapat mempertahankan jalannya perang selama beberapa minggu ke depan, atau mungkin hingga awal musim panas. Namun setelah itu, penghentian bantuan dari AS diperkirakan akan berdampak besar terhadap jalannya konflik.

Pada akhir masa jabatannya, mantan Presiden AS, Joe Biden mempercepat pengiriman senjata ke Ukraina, memungkinkan Kiev memiliki persediaan senjata canggih yang diperlukan untuk melawan Rusia dalam jangka pendek.

Salah satu persenjataan yang dikirimkan adalah rudal jarak jauh ATACMS, yang memungkinkan Ukraina menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia. Namun, penghentian pengiriman senjata ini akan mengurangi kapasitas serangan Kiev secara signifikan.

Meskipun beberapa negara Eropa dapat menutupi sebagian kebutuhan Militer Ukraina, sebagian besar senjata canggih masih bergantung pada pasokan dari AS.

Cancian memperkirakan bahwa Ukraina akan mulai merasakan dampak penghentian bantuan ini dalam dua hingga empat bulan ke depan. “Ketika sumber daya Anda berkurang setengahnya, dampaknya akan terlihat di garis depan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tanpa bantuan AS, garis pertahanan Ukraina pada akhirnya bisa runtuh, memaksa negara tersebut menerima perjanjian damai yang tidak menguntungkan, bahkan mungkin bersifat “bencana”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *