Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Debat Panas Trump dengan Sekjen NATO Perihal Perang Iran

POROS PERLAWANAN – Politico melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump, dalam pertemuan yang sangat tegang dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, mengungkapkan kemarahan dan kekecewaannya yang mendalam terhadap negara-negara anggota aliansi tersebut karena tidak mendukung Amerika Serikat dalam menghadapi Iran.

Fars memberitakan, pertemuan tersebut berlangsung pada hari Rabu. Menurut sejumlah sumber, Trump menegaskan kepada Rutte bahwa ia sangat marah kepada NATO dan negara-negara anggotanya, terutama Spanyol dan Prancis.

Menurut tiga sumber Eropa yang meminta namanya dirahasiakan, Trump mempermalukan NATO dalam pertemuan di balik pintu tertutup ini dengan rentetan hinaan.

Salah satu pejabat senior Eropa tersebut mengatakan kepada Politico: “Itu benar-benar mengerikan. Seluruh percakapan hanyalah serangan verbal yang penuh amarah. Trump tampaknya mengancam akan melakukan apa pun yang ia bisa terhadap NATO.”

Sumber yang sama dan seorang sumber lain yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa Trump telah memberi sinyal kepada Rutte bahwa ia sedang mempertimbangkan opsi balasan terhadap negara-negara anggota NATO, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Presiden AS juga mendesak sekutunya untuk bertindak cepat dan mengambil langkah konkret untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, seorang pejabat Gedung Putih membantah laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa Trump tidak mengajukan permintaan khusus kepada NATO. Pejabat tersebut menekankan: “Seperti yang dikatakan Trump sendiri kemarin, NATO gagal dalam ujian ini. Dia tidak memiliki harapan terhadap NATO saat ini dan tidak meminta apa pun dari mereka, terutama karena Eropa lebih diuntungkan dari Selat Hormuz daripada Amerika.”

Pesan-pesan Keras Trump di Media Sosial

Menurut media Amerika tersebut, ketegangan tidak berakhir setelah pertemuan tertutup itu. Setelah pertemuan tersebut, Trump secara terbuka menyerang NATO di platform media sosialnya, Truth Social, dan sekali lagi mengangkat isu pengambilalihan Greenland.

“NATO tidak ada untuk kami saat kami membutuhkannya, dan mereka tidak akan ada jika kami membutuhkannya lagi. Jangan lupakan Greenland, bongkahan es yang dikelola dengan buruk itu!!!” cuit Trump.

Dalam pesan lain pada hari Kamis, ia menambahkan: “Tak seorang pun dari orang-orang di NATO ini yang mengerti apa-apa, kecuali jika mereka berada di bawah tekanan yang sangat berat.”

Sebaliknya, Juru Bicara NATO, Allison Hart mengatakan bahwa pertemuan antara Rutte dan Trump berlangsung “terbuka namun konstruktif”.
Dalam pidatonya pada hari Kamis, Rutte juga mengatakan,“Saya merasakan kekecewaan Trump. Ia merasa bahwa banyak sekutu tidak melakukan bagian mereka.”

Namun, seorang pejabat Eropa percaya bahwa kunjungan Rutte dilakukan pada waktu yang tepat karena memungkinkan Trump melampiaskan kemarahannya.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *