Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Oseania & Asia

Dipimpin Indonesia, Dewan Keamanan PBB Katakan ‘Tidak!’ kepada AS

Dipimpin Indonesia, Dewan Keamanan PBB Katakan 'Tidak!' kepada AS

POROS PERLAWANAN – Harian South China Morning (SCM) dalam tulisannya hari Rabu 26 Agustus, menyatakan Dewan Keamanan PBB menolak permintaan AS untuk mengaktifkan Snap Back (Mekanisme Pelatuk).

“Dengan demikian, Dewan Keamanan secara kompak kembali melawan Washington dan menolak segala upaya AS untuk mengembalikan sanksi atas Iran”, tulis SCM, seperti dilansir IRNA.

“Gerakan bersejarah Dewan Keamanan dalam mengatakan ‘tidak’ kepada permintaan AS, ibarat bom yang menghancurkan semua tindakan Washington kontra Iran di PBB”, lanjut SCM.

Menurut harian China ini, penolakan terhadap pengaktifan Snap Back telah membuat jengkel para pejabat Pemerintahan Donald Trump.

“Meski AS melakukan semua upaya, Ketua Bergilir Dewan Keamanan menolak mentah-mentah permohonan untuk memulihkan sanksi Iran”.

SCM melaporkan, Dubes Indonesia untuk PBB Dian Triyansah Djani mengatakan, ia telah mengumumkan hasil pemungutan suara 15 anggota Dewan Keamanan, atas permintaan Rusia dan China.

“Semua anggota Dewan Keamanan, kecuali Republik Dominika, menolak permintaan AS untuk mengembalikan sanksi (Iran). Mereka menegaskan, hak seperti ini tidak lagi dimiliki AS, karena telah keluar dari JCPOA,” kata Dian, yang untuk sementara memimpin Dewan Keamanan PBB.

“Para anggota Dewan Keamanan menulis surat dan menentang kehendak AS. Dengan demikian, tidak ada kemufakatan bulat atas hal ini (pemulihan sanksi). Pimpinan Dewan Keamanan tidak dalam posisi untuk bisa memutuskan program mendatang”, kutip SCM dari Dian.

SCM menambahkan, berdasarkan pernyataan Dian, maka Dewan Keamanan tidak akan mengabulkan permintaan AS, setidaknya selama Indonesia memegang kepemimpinan bergilir di Dewan.

“Niger, yang akan memimpin Dewan Keamanan pada bulan September, juga menegaskan dalam suratnya bahwa AS tak berhak memulihkan sanksi, sebab ia bukan anggota JCPOA. Dengan demikian, Niger praktis menolak permintaan apa pun dari AS”, tulis SCM.

Dubes China untuk PBB, Zhang Jun menyambut baik statemen Dewan Keamanan tersebut. Zhang menyebutnya sebagai “langkah tepat di jalur yang benar”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *