Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Guyonan’ Sarkastis Maduro dan Menhan Venezuela Soal Rudal Iran Ditanggapi Serius oleh Menlu AS

POROS PERLAWANAN – Menlu AS, Mike Pompeo melalui akun Twitter-nya menanggapi serius statemen Presiden Venezuela, Nicolas Maduro yang mengaku berminat membeli senjata-senjata Iran.

“Ini bukan hal aneh bahwa ‘rezim ilegal’ Maduro ingin membeli ‘senjata mematikan Iran’. Inilah alasan kenapa kami berniat mengembalikan semua sanksi PBB atas Iran, termasuk embargo senjata. Kami akan mewujudkan semua sanksi ini sepenuhnya”, cuit Pompeo, seperti dilansir Fars.

Hari Minggu lalu, Maduro “menyambut baik” klaim Presiden Kolombia, Ivan Duque Marquez terkait rencana Caracas untuk membeli rudal dari Teheran.

Duque mengatakan, ”Informasi biro intelijen, yang bekerja untuk kami, menunjukkan bahwa diktator Nicolas Maduro berniat memperoleh rudal jarak menengah dan jauh melalui Iran.”

Ia mengaku, “rudal-rudal itu belum tiba di Venezuela,” tapi prosesnya diawasi oleh Menhan Venezuela.

Tudingan ini ditanggapi keras oleh Menlu Venezuela, Jorge Ariza. Melalui akunnya, Ariza mencuit, ”Duque kembali mengarang cerita dan tuduhan terhadap Venezuela. Tujuannya adalah mengalihkan perhatian publik dari kekerasan berlebihan dan penyelundupan obat terlarang yang tak terkendali (di Kolombia)”.

Dilansir Reuters, dalam rapat Kabinet Venezuela yang disiarkan secara langsung di televisi, Maduro mengatakan kepada Menhan Venezuela Vladimir Padrino, “Kenapa ide membeli rudal Iran tidak tebersit di benak mereka?”

“Padrino, sungguh gagasan bagus untuk kita bicara dengan Iran. Kita lihat apa saja rudal jarak pendek, menengah, dan jauh yang dimiliki Iran. Mengingat hubungan baik kita dengan mereka, kita akan mengkaji prospek (pembelian rudal),” seloroh Maduro.

Dengan nada sarkastis untuk mengolok-olok Duque, Maduro kemudian meminta Padrino untuk “merahasiakan rencana pembelian rudal Iran agar tidak diketahui siapa pun”. Padahal rapat Kabinet tersebut disiarkan di televisi secara langsung.

Tags: