Dua Jurnalis CNN Turk Ditahan Israel Saat Meliput Dampak Serangan Iran di Tel Aviv
POROS PERLAWANAN – Dua jurnalis CNN Turk ditahan pasukan Israel ketika melakukan siaran langsung terkait dampak serangan drone dan rudal Iran di Tel Aviv pada Selasa 3 Maret. Sejauh ini belum ada penjelasan resmi dari otoritas Israel mengenai alasan maupun durasi penahanan.
Penahanan tersebut dikonfirmasi Turkiye Gazeteciler Sendikasi (TGS). Serikat jurnalis Turki itu menyebut reporter Emrah Çakmak dan juru kamera Halil Kahraman berada di Israel untuk meliput perkembangan serangan Iran dan menyampaikan informasi kepada publik Turki.
Menurut TGS, keduanya ditahan saat melaporkan situasi di luar kompleks Kementerian Urusan Militer Israel di pusat Tel Aviv. Siaran langsung mereka terputus ketika personel Militer mendekati kru dan menghentikan transmisi.
Dalam tayangan sebelum terhenti, kru menggambarkan kondisi pascaserangan, termasuk pergerakan warga menuju tempat perlindungan. Insiden terjadi tak lama setelah Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan rudal yang menargetkan wilayah Tel Aviv.
Kepala Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran mengecam tindakan tersebut. Dalam unggahan di platform X, ia menyatakan Pemerintah Turki tengah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk pembebasan segera kedua jurnalis dan mengikuti perkembangan secara saksama.
TGS menilai penghalangan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas di zona konflik sebagai pelanggaran kebebasan pers. Organisasi itu mendesak Israel segera membebaskan kedua awak media dan menjamin keselamatan pekerja pers.
Israel belum memberikan informasi terkait lokasi penahanan maupun kondisi kedua jurnalis. Situasi keamanan di Tel Aviv dan wilayah sekitarnya masih tegang menyusul rangkaian aksi militer antara Iran dan Israel dalam beberapa hari terakhir.
