Dua Pesawat Tanker KC-135 dan KC-46A Milik AS Hilang dari Radar di Kawasan Teluk
POROS PERLAWANAN — Dua pesawat tanker milik Angkatan Udara Amerika Serikat, KC-135 Stratotanker dan KC-46A Pegasus, dilaporkan hilang dari radar setelah mengirimkan kode darurat 7700 di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz, pada Kamis 7 Mei. Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan aktivitas militer AS di Timur Tengah.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan, KC-135 Stratotanker dilaporkan hilang saat melintas di wilayah udara Qatar. Pesawat itu sebelumnya lepas landas dari Pangkalan Al Dhafra di Uni Emirat Arab. Sebelum sinyalnya hilang, pesawat terlihat melakukan pola terbang tidak biasa, berputar-putar dan menurunkan ketinggian, lalu memancarkan kode darurat 7700.
Kode 7700 dalam dunia penerbangan menandakan keadaan darurat umum, namun tidak selalu berarti kecelakaan. Di kawasan dengan intensitas militer tinggi seperti Teluk Persia, gangguan elektronik dan pengacauan GPS kerap terjadi. Sekitar satu jam setelah kode darurat terdeteksi, sistem ADS-B pesawat dilaporkan mati total.
Dua helikopter utilitas ringan H125 kemudian diterbangkan dari pangkalan militer AS sebagai respons atas situasi tersebut. Hingga Jumat 8 Mei, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) maupun Pentagon belum memberikan keterangan resmi mengenai nasib kedua pesawat itu.
KC-46 Juga Kirim Sinyal Darurat
Beberapa jam setelah insiden pertama, pesawat tanker KC-46A Pegasus mengirimkan kode darurat 7700 saat melintas di wilayah Arab Saudi, di sebelah timur Riyadh. Berdasarkan data pelacakan, KC-46A diduga sempat melakukan pengisian bahan bakar dengan KC-135 sebelum pesawat pertama hilang.
Pelacakan terhadap KC-46A kemudian menjadi tidak stabil saat melintas di wilayah udara Arab Saudi. Sejumlah laporan menyebut aktivitas pengacauan GPS dan AIS di sekitar Selat Hormuz meningkat dalam periode yang sama.
Peran Strategis Pesawat Tanker
KC-135 Stratotanker merupakan tulang punggung operasi udara AS sejak era Perang Dingin, digunakan untuk pengisian bahan bakar di udara bagi jet tempur, pesawat pembom, hingga armada militer lainnya. Sementara KC-46A Pegasus adalah generasi baru tanker udara buatan Boeing yang disiapkan untuk menggantikan KC-135 secara bertahap.
Insiden ini mengingatkan pada kecelakaan KC-135 di Irak barat pada Maret lalu. Saat itu, CENTCOM menyatakan pesawat jatuh bukan akibat tembakan musuh maupun friendly fire, dan seluruh awak dilaporkan tewas.
Fars News Agency Iran pada Jumat 8 Mei memberitakan hilangnya pesawat berdasarkan data penerbangan publik. Pemerintah Iran, bagaimanapun, menolak secara resmi segala keterlibatan Militer negeri itu dalam insiden tersebut.
Aktivitas Militer AS Meningkat
Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas penerbangan Militer AS menuju Timur Tengah meningkat. Sejumlah pesawat angkut strategis seperti C-17A Globemaster III, Lockheed C-5M Super Galaxy, dan KC-46 Pegasus terdeteksi bergerak dari pangkalan militer AS di Jerman menuju kawasan Teluk.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab hilangnya sinyal kedua pesawat tanker tersebut. Namun insiden yang terjadi hampir bersamaan itu memperlihatkan tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya perhatian internasional terhadap situasi di kawasan Teluk Persia.
