Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Ehud Barak: Netanyahu Pulang dari Amerika dengan Rasa Malu dan Kecewa

POROS PERLAWANAN – Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, menyebut perang di Gaza sebagai konflik penuh tipu daya yang dilancarkan semata-mata untuk mencegah keruntuhan kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia juga menyatakan bahwa Netanyahu kembali dari Washington dengan rasa malu dan kecewa.

Dalam pernyataannya yang dikutip Al Jazeera pada Jumat (11/4), Barak mengatakan, “Israel berada di tepi jurang dan menghadapi ancaman langsung terhadap keamanan internalnya.”

Menurutnya, kunjungan Netanyahu ke Amerika Serikat tidak menghasilkan pencapaian apa pun. “Netanyahu kembali dari Washington dengan perasaan malu dan kecewa. Trump bahkan mengisyaratkan bahwa perang harus segera diakhiri, tanpa memberikan ruang bagi hasil strategis,” ujarnya.

Meragukan efektivitas tekanan militer dalam membebaskan para tahanan Israel yang ditahan di Gaza, Ehud Barak menegaskan “Ada keraguan besar bahwa tekanan militer akan memaksa Hamas membebaskan para tahanan. Kelanjutan perang justru dapat membahayakan nyawa mereka,” tandasnya.

Menurut Barak, perang yang saat ini berlangsung tidak didorong oleh tujuan strategis atau politik yang jelas, melainkan semata untuk mempertahankan kelangsungan pemerintahan Netanyahu.

Langkah paling rasional saat ini adalah fokus pada pemulangan para tahanan, meskipun hal tersebut harus dibayar dengan penghentian perang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, tegasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *