Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Erdogan Kecam Tindakan Biden Sudutkan Putin ‘Tak Pantas Dilakukan Seorang Presiden’

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik Presiden AS, Joe Biden karena menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin “pembunuh”, mengatakan bahwa komentar semacam itu “tidak dapat diterima” dan tidak pantas dilakukan seorang pemimpin.

“Pernyataan Tuan Biden tentang Putin tidak pantas sebagai seorang presiden,” kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul pada Jumat, memuji Putin karena memberikan tanggapan yang cerdas dan “berkelas”.

“Bagi saya, Tuan Putin telah melakukan apa yang diperlukan dengan memberikan tanggapan yang sangat, sangat cerdas, sangat berkelas,” katanya.

Erdogan lebih lanjut menyebut Putin sebagai “teman dan mitra strategis” meskipun ada perbedaan pendapat di antara keduanya terkait konflik di Nagorno-Karabakh, Suriah, dan Libya.

Dalam sebuah wawancara dengan ABC pada Selasa, Biden ditanya apakah menurutnya Presiden Rusia adalah “pembunuh”, dan dia menjawab “Iya”.

Presiden Amerika itu juga mengatakan bahwa mitranya dari Rusia akan “membayar harga” atas dugaan upayanya untuk merusak pencalonan Biden dalam Pilpres AS pada tahun 2020.

Rusia kemudian memanggil Dubesnya di Washington untuk konsultasi sebagai tanggapan.

Namun Presiden Putin sendiri menanggapinya dengan mendoakan agar Biden yang berusia 78 tahun itu tetap “sehat”.

“Terkait pernyataan yang dilontarkan rekan Amerika saya, seperti yang dia bilang, kami pernah bertemu langsung. Bagaimana saya menanggapinya? Saya akan bilang, ‘Semoga tetap sehat! Saya harap dia tetap sehat.’ Dan saya tidak ada niat bercanda mengatakan itu,” kata Presiden Rusia itu.

“Saya ingat ketika kita masih kecil dan kita bertengkar, kita akan bilang, ‘Menjelek-jelekkan orang lain sebetulnya cerminan perilaku diri sendiri.’ Ini bukan cuma sekadar lelucon anak-anak, ini punya makna psikologis yang mendalam.”

“Kita melihat kualitas diri kita pada orang lain, kita pikir dia seperti kita, dan menilai dia dan seluruh sikap orang lain berdasarkan bagaimana sebetulnya kita melihat diri sendiri,” tegas Putin.

Putin juga mengatakan bahwa Moskow tidak akan memutuskan hubungan dengan Washington akibat masalah tersebut.

Tetapi Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa Moskow menunggu permintaan maaf resmi dari Washington atas komentar Biden, kantor berita Interfax melaporkan.

Ketegangan telah memuncak antara AS dan Rusia dalam beberapa bulan terakhir, terutama atas tuduhan bahwa Rusia berusaha untuk ikut campur dalam Pilpres AS 2020 untuk mendukung saingan Biden saat itu, Donald Trump.

Moskow menyebut tuduhan itu “tidak berdasar” dan “tidak substansial”.

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow.com Maret 24, 2021

    very appropriate article

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *