Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Anti-Poros Perlawanan, Jurnalis Pro-Baath Rilis Reportase Konyol dan Sesat

Anti-Poros Perlawanan, Jurnalis Pro-Baath Rilis Reportase Konyol dan Sesat

POROS PERLAWANAN – Di masa ketika Rezim Baath dengan mudah mencabut nyawa siapa pun yang mengkritik Saddam dan keluarganya, jurnalis bernama Suadad al-Salhy menggunakan penanya demi membela kepentingan diktator Irak dan partainya tersebut.

Dilansir al-Alam, al-Salhy bekerja sebagai Ketua Redaksi mingguan Nabdh al-Shabab di kota Nasiriyah. Pascapenggulingan Saddam pada 2003, al-Salhy bisa selamat kendati ia adalah pelayan setia Baath.

Al-Salhy pun direkrut oleh media-media Saudi, yang tahu kebenciannya terhadap Pemerintah baru Irak. Mereka memberi kesempatan kepada al-Salhy untuk bekerja di kantor cabang harian Saudi, al-Hayat di Baghdad, yang kantor pusatnya berada di London.

Ia bekerja sebagai jurnalis politik dan keamanan di al-Hayat dalam rentang 2003 hingga 2008.

Al-Salhy telah menulis banyak reportase, yang semuanya menyerang Pemerintah baru Irak.

Sikap ini masih terus berlanjut, bahkan dengan kebencian lebih kental, saat ia pindah dan bekerja untuk media Inggris, Middle East Eye.

Saat fatwa Ayatullah Sistani memunculkan al-Hashd al-Shaabi untuk melawan ISIS, harapan al-Salhy dan kawanannya untuk melihat bangkitnya Baath pun pupus. Sebab itu, ia pun membuat laporan-laporan dusta untuk menyerang al-Hashd al-Shaabi, kelompok yang membuyarkan konspirasi AS, Israel, dan para antek mereka.

Sabtu 20 Maret kemarin, semua stasiun televisi satelit dan situs Arab yang didukung pemerintah-pemerintah pro-Zionis, mengutip “informasi” dari Middle East Eye, bahwa “4 otoritas intelijen Iran saling bersaing di Irak dan memberikan instruksi-intruksi berlawanan, sehingga menyebabkan perselisihan di tengah para sekutu Iran di Irak!”

Namun setelah membaca laporan, sumber dari “informasi rahasia dan penting” ini tak lain adalah al-Salhy, si jurnalis pro-Baath.

Pembaca tak harus jadi orang jenius untuk menyadari omong kosong dalam tulisan itu.

Bagi warga Irak yang pernah hidup di bawah Rezim Baath, laporan al-Salhy mengingatkan mereka pada tulisan-tulisan yang menyerang para pihak yang tidak mendukung Baath atau bersikap netral.

Tujuan laporan ini adalah menghina al-Hashd al-Shaabi dan mayoritas penduduk Irak yang menentang kehadiran Tentara AS di negara mereka.

Laporan ini juga mengesankan Iran sebagai provokator Kelompok Poros Perlawanan Irak untuk melawan Penjajah AS, seolah rakyat Irak harus didorong pihak lain untuk mengusir tentara asing yang menghancurkan negara mereka selama 18 tahun terakhir.

Tulisan konyol seorang jurnalis pro-Baath jelas tidak bisa mengalahkan pengesahan Parlemen Irak terkait pengusiran tentara asing.

Kini para anak yatim Saddam tak bisa lagi bersembunyi di balik harian, televisi, atau situs Arab-Zionis, sebab rakyat Irak akan menemukan dan membuka kedok mereka beserta para majikan.

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow.com Maret 24, 2021

    amazing content

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *