Foreign Affairs: Kapabilitas Rudal Iran Jadi Ancaman Serius bagi AS
POROS PERLAWANAN— Majalah Foreign Affairs menilai kemampuan rudal Iran tetap menjadi faktor strategis dalam konflik potensial dengan Amerika Serikat. Analisis terbaru menyebut skenario serangan terbatas Washington berisiko memicu respons keras dari Teheran dan membuka jalan eskalasi jangka panjang.
Tulisan berjudul “Why Iran Will Escalate” yang terbit pada Rabu 25 Februari menggambarkan perubahan kalkulasi politik Iran. Pejabat Teheran disebut merasa perlu “memberi pukulan” kepada Amerika agar tidak terus berada dalam posisi terancam.
Strategi “Hidung Berdarah”
Foreign Affairs menyebut kemungkinan Iran mengadopsi strategi “bloody nose” atau serangan balasan terukur sebagai bentuk pencegahan. Strategi ini dirancang untuk menimbulkan kerugian nyata tanpa langsung memicu perang total.
Dalam skenario tersebut, Iran dapat menargetkan pangkalan militer, jalur energi, atau aset maritim di kawasan Teluk. Setiap korban di pihak Amerika dinilai membawa dampak politik besar di dalam negeri AS, terutama ketika opini publik cenderung menolak keterlibatan militer berkepanjangan.
Analisis tersebut juga menyoroti perbedaan persepsi antara Washington dan Teheran. Model kebijakan Presiden Donald Trump dipandang mengandalkan tekanan keras dengan harapan respons minimal. Namun pendekatan serupa dianggap sulit diterapkan pada Iran, terutama terkait isu nuklir dan rudal.
Program Rudal sebagai Pilar Pencegahan
Bagi Iran, program rudal diposisikan sebagai komponen utama deterensi nasional. Tuntutan penghentian total pengayaan nuklir dan pengembangan rudal tanpa konsesi diperkirakan tidak akan diterima Teheran.
Jika tekanan meningkat, Iran dinilai memiliki sejumlah opsi balasan. Termasuk operasi maritim, tekanan pada infrastruktur energi, serta respons militer terbatas yang dirancang untuk menaikkan biaya politik bagi Washington.
Laporan tersebut menegaskan potensi siklus balas-membalas. Serangan terbatas dapat berkembang menjadi konflik lebih luas jika setiap pihak mempertahankan posisi keras.
Konteks Ketegangan Terbaru
Ketegangan AS–Iran meningkat seiring sanksi baru dan pengerahan Militer di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Amerika menargetkan jaringan yang diduga terkait program minyak dan persenjataan Iran, sementara negosiasi nuklir masih berjalan dengan hasil belum pasti.
Teheran memperingatkan akan merespons keras setiap serangan militer, termasuk kemungkinan menargetkan pangkalan dan aset Amerika di Kawasan. Sejumlah analis menilai kemampuan rudal dan drone Iran tetap menjadi ancaman serius bagi pasukan AS di wilayah tersebut.
Risiko Eskalasi Berkepanjangan
Foreign Affairs menilai ambiguitas tujuan Washington memperbesar risiko konflik berlarut. Demonstrasi kekuatan, tekanan negosiasi, dan upaya perubahan kebijakan Iran berpotensi menciptakan kesalahan perhitungan.
Iran masih memiliki kapasitas untuk menimbulkan kerugian dan motivasi politik untuk menggunakannya. Dalam situasi itu, serangan terbatas dapat berubah menjadi konflik berkepanjangan yang mahal dan sulit dihentikan.
