Gaza: Bayi Meninggal Akibat Dingin Ekstrem, Korban Tewas Tembus 71.551 Orang
POROS PERLAWANAN — Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan satu warga meninggal dunia dan tujuh orang terluka dalam 24 jam terakhir akibat agresi Israel di Jalur Gaza pada Selasa 20 Januari.
Dalam laporan statistik hariannya, Kementerian menyebut seorang bayi berusia enam bulan, Shatha Abu Jarad, meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem. Dengan kematian tersebut, jumlah anak yang wafat akibat paparan cuaca dingin sejak awal musim dingin meningkat menjadi sembilan orang.
Kementerian juga menyatakan bahwa sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalanan, karena tim ambulans dan pertahanan sipil belum dapat menjangkau seluruh lokasi terdampak.
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober, jumlah korban jiwa di Gaza tercatat mencapai 466 orang, dengan 1.294 warga sipil terluka dan 713 jenazah ditemukan. Secara kumulatif sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, total korban tewas mencapai 71.551 orang, sementara 171.372 lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa pasukan Pendudukan Israel kembali membombardir Bani Suheila, di sebelah timur Khan Yunis, meskipun perjanjian gencatan senjata masih berlaku.
Serangan tersebut menambah daftar pelanggaran yang terus terjadi di Jalur Gaza, di tengah seruan internasional, termasuk dari Pemerintahan Amerika Serikat untuk meredakan konflik dan menghentikan eskalasi kekerasan.
