Gelombang Protes Global dari Roma hingga Paris Dukung Palestina
POROS PERLAWANAN – Aksi protes besar-besaran meletus di berbagai kota besar dunia sebagai respons terhadap serangan dan penyitaan kapal kemanusiaan Madleen oleh pasukan Israel. Madleen diketahui membawa aktivis pro-Palestina dalam misi bantuan ke Gaza.
Sekitar 50.000 orang turun ke jalan di Paris pada Selasa 10 Juni, mengecam tindakan Israel, yang menembaki dan menyita kapal tersebut sebelum mencapai Jalur Gaza. Insiden ini memicu gelombang solidaritas internasional terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Menurut kantor berita TASS, partai sosialis kiri France Unbowed mengorganisasi demonstrasi besar di Ibu Kota Prancis dan kota-kota lain seperti Lille, Lyon, Marseille, Bordeaux, Reims, dan Grenoble. Para pengunjuk rasa menuntut pembebasan para aktivis di atas kapal Madleen, pencabutan penyitaan kapal, dan kelanjutan misi kemanusiaannya. France24 melaporkan bahwa massa meneriakkan slogan “Free Palestine” selama aksi berlangsung.
Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, yang turut berada di atas kapal, menyebut otoritas Israel melakukan “penculikan” setelah Tel Aviv melarang kapal tersebut memasuki wilayah Gaza. Kementerian Luar Negeri Israel kemudian mengumumkan bahwa para aktivis telah dipindahkan ke bandara untuk dideportasi keluar dari Wilayah Pendudukan.
Media lokal Prancis melaporkan terjadinya bentrokan antara polisi dan demonstran pro-Palestina. Gambar dari lokasi memperlihatkan aparat mengepung massa, dengan menggunakan pentungan dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
Protes Menyebar ke Italia, Belanda, dan Inggris
Di Italia, demonstrasi serupa terjadi di Roma dan Milan. Ratusan orang berkumpul sambil mengibarkan bendera Palestina dan membawa spanduk bertuliskan: “Hentikan Genosida”, “Tolak Pengiriman Senjata ke Israel”, dan “Israel adalah Negara Teroris”. Mereka menuntut pembebasan segera terhadap 12 aktivis yang ditahan.
Warga Belanda juga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Luar Negeri di Den Haag, menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina dan mengutuk tindakan Israel terhadap kapal Madleen.
Sementara itu di London, demonstrasi memprotes pembajakan maritim oleh Israel juga berlangsung, dengan bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa terekam dalam berbagai foto yang beredar luas.
Latar Belakang dan Reaksi Internasional
Kapal Madleen berlayar dari Sisilia, Italia, pada Minggu lalu, membawa 12 aktivis internasional dengan tujuan menembus blokade Gaza yang diberlakukan Israel sejak 2007. Kapal itu dibajak oleh pasukan Israel sehari kemudian.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei mengecam penyitaan kapal tersebut sebagai bentuk pembajakan berdasarkan hukum internasional. “Ini adalah upaya terang-terangan untuk menghalangi bantuan kemanusiaan dan merupakan kejahatan perang,” tegasnya.
Pernyataan serupa disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Venezuela, yang menyebut bahwa rezim Perdana Menteri Benyamin Netanyahu melakukan pembantaian di Gaza dengan dukungan negara-negara Barat, dan terus berupaya menghindari pertanggungjawaban internasional.
Seruan Gencatan Senjata dan Kecaman terhadap Israel
Presiden Prancis, Emmanuel Macron menegaskan bahwa situasi di Gaza sudah tidak dapat ditoleransi lagi. Ia menyerukan gencatan senjata permanen dan mendesak pembebasan tahanan Israel serta akses penuh bagi PBB dan organisasi kemanusiaan.
Kementerian Luar Negeri Turki juga mengeluarkan pernyataan keras, menyebut serangan terhadap kapal Madleen sebagai bukti nyata bahwa “sifat Israel adalah teroris”.
