Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Gusar Permintaan Bantuan Tak Diindahkan, Menlu AS Ancam Tinggalkan Eropa di Hadapan Rusia

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri AS, di tengah perselisihan yang sedang berlangsung antara Washington dan sekutu-sekutu Eropa terkait perang dengan Iran, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengancam akan menghentikan dukungan untuk mereka.

Fars melaporkan, Rubio mengeluarkan peringatan keras kepada sekutu-sekutu Eropa, dengan menekankan bahwa jika negara-negara Eropa tidak mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya, Washington akan terpaksa menutup pangkalan-pangkalan tersebut dan menarik pasukannya dari Eropa.

Dengan mengungkit biaya besar yang ditanggung AS untuk “mengamankan” Eropa, Rubio mengatakan. “Jika Eropa tidak mengizinkan kami menggunakan pangkalan yang kami operasikan dan danai untuk mempertahankan Eropa itu sendiri, kami harus menutup pangkalan-pangkalan tersebut dan menarik pasukan kami dari Eropa.”

Di bagian lain pidatonya, ketika ditanya bagaimana ia akan bereaksi jika Rusia menyerang negara-negara Eropa, Menteri Luar Negeri AS mengatakan, “Jika mereka diserang oleh Rusia, kita bisa mendiskusikan nanti apakah kita memiliki kesempatan untuk membantu atau tidak.”

Pesan Menteri Luar Negeri AS ini merupakan bagian dari serangkaian ancaman yang dilontarkan oleh pemerintahan Trump terhadap sekutu-sekutunya di Eropa dalam beberapa hari terakhir.

Donald Trump mengancam bahwa begitu perang berakhir, ia akan mengambil tindakan terhadap sekutu-sekutu NATO yang telah menolak permintaannya untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.

Permintaan Donald Trump kepada sekutu-sekutu NATO untuk membentuk koalisi melawan Iran guna membuka kembali Selat Hormuz disambut dengan respons yang dingin dari negara-negara Eropa.

Banyak negara Eropa menyatakan, perang melawan Iran dilancarkan dengan dalih yang tidak realistis dan tanpa konsultasi dengan mereka, sehingga perang tersebut bukanlah perang mereka.

Alasan-alasan yang diajukan Pemerintahan Trump untuk memulai perang dengan Iran sejauh ini sangat tidak konsisten, dan tampaknya gagal meyakinkan opini publik, baik di dalam Amerika Serikat maupun di luar perbatasannya.

Tampaknya hal ini berasal dari kesalahan perhitungan Pemerintahan Trump dalam melancarkan perang.

Axios melaporkan beberapa waktu lalu, Pemerintahan Donald Trump telah meremehkan kemampuan dan kesediaan Iran untuk menutup Selat Hormuz. Akibatnya, para penasihatnya kini mengalami fenomena “penyesalan usai membeli” terkait perang Iran.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *