Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas: Hasil Investigasi Militer Israel tentang Badai al-Aqsa Buktikan Keunggulan Perlawanan Palestina

Hamas: Investigasi Militer Israel Tentang Badai al-Aqsa Buktikan Keunggulan Palestina

POROS PERLAWANAN – Jubir Hamas, Hazim Qasim menyatakan, pengakuan Militer Israel akan kekalahannya, yang terungkap dari investigasi tentang Badai al-Aqsa, menegaskan keunggulan Perlawanan Palestina atas seluruh struktur kemiliteran Rezim Zionis.

“Laporan ini juga mengungkap kekuatan rasionalitas keamanan al-Qassam untuk mengalahkan struktur keamanan Israel,” kata Qasim, diberitakan al-Alam.

“Imperialisme Zionis selalu berusaha menghalangi dunia menyaksikan realita bangsa besar ini, yang berupaya memperoleh kebebasan dan kemerdekaannya.”

Militer Israel dalam statemennya secara resmi mengakui kekalahan dalam Operasi 7 Oktober.

“Mengakui kesalahan bukan hal mudah bagi seorang komandan. Namun saya katakan bahwa saya telah keliru,” kata Kepala Staf Militer Israel, Herzi Halevi, yang telah mengundurkan diri.

“Sejak 7 Oktober 2023, saya berkomitmen untuk melihat kekalahan secara langsung.”

“Tidak ada masalah untuk menerima segala kesalahan pada tanggal 7 Oktober. Saya bertanggung jawab atas kekeliruan tersebut.”

Dalam statemennya, Militer Israel mengakui bahwa pihaknya sama sekali tidak mengantisipasi serangan besar yang mengejutkan. Militer mengakui telah menganggapnya sebagai skenario yang mustahil. Sebab itu, Militer Israel tidak bersiap menghadapinya.

Divisi Gaza Militer Israel dilaporkan musnah hanya dalam tempo beberapa jam. Sejak pukul 06.30 hingga 12.30, pasukan Israel tidak bisa menguasai kawasan-kawasan sekitar Gaza. Sebagian besar orang tewas dan ditawan dalam rentang waktu tersebut.

Selain dikejutkan oleh serangan, Militer Israel juga dikagetkan oleh jumlah orang bersenjata yang masuk dari Gaza, juga kemampuan relokasi, kecepatan, dan kesungguhan mereka dalam melaksanakan rencana operasi Hamas.

Militer Israel mengakui telah membiarkan sebuah ancaman serius dan berbahaya tumbuh di perbatasan Tanah Pendudukan. Pengabaian ini disebabkan kepercayaan berlebih terhadap keberadaan tembok pemisah. Hal ini menyebabkan pengurangan pasukan di kawasan-kawasan perbatasan.

Selain itu, Militer Israel secara keliru berpikir memiliki keunggulan intelijen dan menguasai keadaan. Kepercayaan diri berlebihan ini membuat Militer Israel menyangka akan mendapatkan peringatan sebelum terjadinya sebuah serangan.

Tags: