Hamas: Kami Takkan Tinggal Diam di Hadapan Berlanjutnya Genosida Israel terhadap Warga Gaza
POROS PERLAWANAN – Jubir Hamas, Jihad Thaha mengumumkan bahwa serangan roket ke Askelon adalah respons untuk berlanjutnya genosida terhadap warga Gaza.
“Perlawanan memanajemen perang dengan rasionalitas dan kehati-hatian. Perlawanan memiliki elemen-elemen kekuatan yang bisa menempatkan Rezim Zionis di jalan buntu,” kata Thaha kepada al-Jazeera.
Sembari menegaskan bahwa Israel harus menaati kesepakatan gencatan senjata, Thaha berkata bahwa Hamas akan mengkaji seluruh usulan untuk menghentikan agresi.
“Perlawanan tidak akan duduk berpangku tangan di hadapan pembantaian Israel di Gaza dan kebungkaman masyarakat dunia,” tandasnya.
“Pemerintah AS dan pihak mediator tahu bahwa Israel yang menghalangi pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata.”
“Perlawanan tidak akan membiarkan Israel memaksakan syarat-syaratnya. Pihak mediator dan Washington mesti mengkaji perkembangan dengan cermat.”
“Dukungan untuk Perlawanan adalah kewajiban agama, nasional, dan moral bagi Umat Arab dan Islam,” pungkas Thaha.
Pemimpin kubu oposisi Israel, Yair Lapid pada Minggu malam 6 April menyoroti serangan rudal dari Jalur Gaza ke Tanah Pendudukan.
“59 sandera masih berada di Gaza dan 10 rudal ditembakkan dari sana. Namun Kepala Kabinet (Benyamin Netanyahu) sedang bertamasya di atas sungai Danube,” cuit Lapid, Fars melaporkan.
Faksi-faksi Perlawanan Palestina pada Minggu malam melancarkan serangan rudal ke arah permukiman-permukiman Zionis di sekitar Gaza.
Menurut Militer Israel, 10 roket ditembakkan dari arah Jalur Gaza. Mereka mengeklaim sebagian besar roket tersebut telah dicegat.
Sejumlah video menunjukkan, sebagian dari roket-roket Gaza menghantam kota Askelon.
Media-media Zionis memberitakan, serangan roket Brigade al-Qassam ke Askelon telah melukai 3 orang Zionis dan memaksa mereka dilarikan ke rumah sakit.
Kanal 13 Israel mengakui, serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar terhadap kendaraan-kendaraan pemukim Zionis.
