Hamas: Netanyahu Langgar Kesepakatan, Masyarakat Internasional Mesti Turun Tangan
POROS PERLAWANAN – Hamas menyatakan, statemen Kantor PM Israel terkait diterimanya usul AS untuk memperpanjang tahap awal kesepakatan adalah pelanggaran terhadap gencatan senjata di Gaza. Hamas menilainya sebagai upaya nyata untuk berkelit dari kesepakatan dan menghindari perundingan tahap kedua.
“Keputusan Netanyahu untuk menghentikan bantuan kemanusiaan adalah sebuah pemerasan hina, kejahatan perang, dan pelanggaran nyata terhadap kesepakatan. Sebab itu, para mediator dan masyarakat internasional harus turun tangan untuk menekan Israel dan menghentikan aksi persekusi tak manusiawinya terhadap lebih dari 2 juta manusia di Gaza,” tegas Hamas dalam statemennya, al-Alam melaporkan.
“Si Penjahat Perang, Netanyahu, berusaha memaksakan realita politik di lapangan; sesuatu yang gagal diwujudkan pasukan fasisnya selama 15 bulan genosida biadab. Kegagalan ini disebabkan keteguhan dan keberanian rakyat kami serta perlawanan mereka. Kini dia berusaha menginjak-injak kesepakatan yang sudah diteken demi melindungi kepentingan politik domestiknya, meski harus mengorbankan nyawa dan nasib para tawanan Israel di Gaza.”
“Klaim Rezim Zionis bahwa Hamas melanggar kesepakatan gencatan senjata, adalah klaim menyesatkan dan tak berdasar. Tujuannya adalah menutupi pelanggaran sistematis yang dilakukan tiap hari terhadap kesepakatan; pelanggaran-pelanggaran yang hingga kini telah menyebabkan gugurnya lebih dari 100 ribu putra-putra bangsa kami di Gaza. Selain itu, Rezim Pendudukan masih melanjutkan kejahatannya dengan menutup protokol kemanusiaan, mencegah masuknya perangkat perlindungan dan medis serta memperburuk bencana kemanusiaan di Gaza.”
“Kami tegaskan bahwa aksi Netanyahu dan Pemerintahannya jelas-jelas melanggar pasal 14 kesepakatan. Pasal ini menyatakan, seluruh tindakan terkait tahap awal harus berlanjut di tahap kedua. Para penjamin akan mengerahkan upaya mereka untuk meneruskan perundingan hingga tercapainya kesepakatan untuk melaksanakan tahap kedua.”
Di akhir statemennya, Hamas menegaskan bahwa cara tunggal memulangkan para tawanan Israel adalah berkomitmen kepada kesepakatan dan segera memulai perundingan untuk tahap kedua, tentu dibarengi dengan komitmen penuh Israel untuk menjalankannya.
