Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas Peringatkan Israel: Jika Pemilu Palestina Diusik, Kondisi Lapangan dan Militer akan Berubah

Hamas Peringatkan Israel: Jika Pemilu Palestina Diusik, Kondisi Lapangan dan Militer akan Berubah

POROS PERLAWANAN – Dinukil Fars dari al-Akhbar, Hamas pada Selasa 13 April melayangkan peringatan keras kepada Tel Aviv.

Menurut sumber-sumber al-Akhbar di Hamas, kelompok perlawanan Palestina itu telah memberitahu delegasi Mesir yang datang ke Gaza, bahwa jika Pemilu Palestina diusik, maka kondisi lapangan dan militer akan berubah.

Pekan lalu, Jubir Hamas dalam wawancara dengan kantor berita Anadolu menyatakan bahwa Delegasi Mesir telah tiba di Jalur Gaza dan bertemu dengan para petinggi Hamas. Menurutnya, kedua belah pihak membicarakan isu Pemilu Palestina dan implementasi Kesepakatan Februari antara kelompok-kelompok Palestina.

Berdasarkan laporan al-Akhbar, isi dari pesan Hamas kepada Delegasi Mesir adalah, jika Rezim Zionis menghalang-halangi Pemilu di Palestina, terutama di Quds, besar kemungkinan kondisi lapangan dan militer akan berubah drastis.

Pesan ini senada dengan pesan Pemimpin Hamas Yahya al-Sinwar, yang disampaikan satu setengah bulan silam. Al-Sinwar memperingatkan, jika ada intervensi dalam Pemilu Palestina, maka proses Pemilu Israel pun akan diacak-acak.

Al-Akhbar menulis, forum-forum politik memperkirakan bahwa pesan ini juga akan sampai ke telingan Utusan Perdamaian PBB untuk Timur Tengah, Tor Wennesland, yang tiba di Gaza kemarin.

Menjelang berlangsungnya Pemilu Palestina, Rezim Zionis beberapa hari lalu melakukan penangkapan besar-besaran atas anggota senior Hamas di Tepi Barat. Israel telah menahan 24 anggota Hamas. Tindakan ini disebut Hamas sebagai “serangan gila-gilaan untuk menghalangi proses Pemilu Palestina”.

Sementara itu, Lembaga-lembaga hukum Palestina menegaskan bahwa Pemilu legislatif negara ini juga harus diadakan di kota Quds.

Mengutip dari Lembaga-lembaga ini, kantor berita SAFA melaporkan bahwa jika Rezim Zionis menolak tuntutan ini, mereka bisa dilawan dengan mengadakan Pemilu di Quds.

Salah seorang ahli hukum Palestina, Majid al-Aruri menyatakan, kereta Pemilu telah mulai bergerak dan tak ada satu pun kekuatan yang bisa menghentikannya.

Menurutnya, pelaksanaan Pemilu di Quds adalah “jawaban terbesar untuk Kesepakatan Abad Ini”. Al-Aruri menegaskan, Pemilu adalah hak legal yang telah diambil paksa 16 tahun lalu. Kini saatnya untuk mengembalikan hak itu kepada para pemilik sahnya.

Tags: