Hamas Tanggapi Tuntutan Absurd Menlu Otoritas Palestina
POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari Kantor Berita Shehab News, Hamas memberikan respons terhadap statemen Menlu Otoritas Palestina, Varsen Aghabekian Shahin yang mendesak agar Perlawanan Palestina menyerahkan senjatanya.
Dalam statemennya, Hamas mengungkap keprihatinannya atas tuntutan Shahin tersebut dan menyatakan,”Kami meyakini bahwa pernyataan semacam ini tidak bermanfaat bagi rakyat Palestina dan kepentingan nasional mereka.”
Hamas menegaskan, Perlawanan dan senjatanya adalah hak nasional yang tidak bisa diabaikan, kecuali setelah seluruh hak bangsa Palestina dipenuhi dan negara merdeka Palestina dibentuk dengan Quds sebagai Ibu Kotanya.
“Kami dibuat heran oleh sikap Otoritas Palestina semacam ini di saat Rezim Pendudukan fasis masih melanjutkan perang brutalnya untuk menghancurkan Gaza dan memaksakan realita-realita berbahaya atas Gaza. Kami meminta dari pimpinan Otoritas Palestina untuk mundur dari sikap ini dan memihak rakyat Palestina, demi menggagalkan rencana-rencana Rezim Pendudukan untuk menghancurkan Palestina serta mengusir warganya dari negeri mereka,” tegas Hamas.
Hamas menandaskan, masa depan Gaza dan Palestina ditentukan oleh rakyatnya yang bersatu, bukan oleh Rezim Pendudukan atau dikte-diktenya.
Jihad Islam Respons Mimpi ‘Israel Raya’
Sementara itu, Jihad Islam merilis statemen dalam rangka menanggapi pernyataan tentang pendirian “Israel Raya.” Dalam statemennya, Jihad Islam menyatakan,”Permintaan Menkeu Israel, Bezalel Smotrich untuk mencaplok Tepi Barat, menduduki Gaza, dan memperluas pembangunan permukiman, terutama di kawasan E1 di sekitar permukiman Maale Edomim di Quds, adalah tujuan utama yang berusaha dicapai Rezim ini melalui pembantaian massal dan kejahatan antikemanusiaan.”
“Sikap Rezim Zionis soal proyek ‘Israel Raya’ adalah tamparan keras ke wajah mereka yang bertaruh bahwa kesepakatan dengan Israel bisa diraih.”
“Sudah jelas bagi warga dunia bahwa semua sikap dan kebijakan ini adalah alasan utama berlanjutnya pembantaian massal di Gaza dan penghancuran berbagai kamp pengungsi di Tepi Barat; tindakan yang didukung penuh Pemerintahan Trump dan bertujuan untuk memperluas pendudukan, bukan hanya di dalam Palestina, tapi juga negara-negara tetangga dan yang akan mengorbankan warga negara-negara Arab.”
