Hizbullah dan Hamas Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Meninggalnya Paus Fransiskus
POROS PERLAWANAN – Kelompok Perlawanan Hizbullah dan Hamas menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus (Jorge Mario Bergoglio), yang dikenal luas sebagai tokoh agama dunia yang konsisten menyerukan perdamaian, menolak perang, serta membangun jembatan dialog antaragama dan antarperadaban.
Dalam pernyataan resminya pada Senin 21 April, Hizbullah menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada Vatikan, umat Gereja Katolik di seluruh dunia, serta seluruh umat Kristiani, khususnya komunitas Kristen Lebanon dan Kedutaan Besar Kepausan di Beirut. Hizbullah memuji komitmen Paus Fransiskus terhadap nilai-nilai kasih sayang dan toleransi, serta usahanya menanamkan keadilan dan pengertian melalui dialog lintas agama.
“Paus Fransiskus, melalui sikapnya yang inspiratif, mewujudkan semangat dialog antaragama. Pertemuan-pertemuan pentingnya dengan para Pemimpin Islam di Najaf dan Al-Azhar merupakan tonggak sejarah yang menyalakan api cinta dan pesan persaudaraan manusia”, bunyi pernyataan Hizbullah.
Lebih lanjut, pernyataan itu menyoroti sikap Paus Fransiskus yang secara konsisten mengecam agresi Israel di Jalur Gaza hingga akhir hayatnya. Ia dianggap sebagai pemimpin yang jujur dalam menyerukan bantuan kemanusiaan dan pengakuan terhadap Negara Palestina, sekaligus mendukung Lebanon di berbagai tahapan sejarahnya, termasuk dalam mengecam agresi Israel terhadap negara tersebut.
Hizbullah juga menyerukan agar seluruh rakyat Lebanon, tanpa memandang sekte atau latar belakang, mengenang kata-kata Paus Fransiskus yang menggambarkan Lebanon sebagai “pesan yang sangat berarti”, serta mengambil kebijaksanaan dan kekuatan dari semangatnya untuk menghadapi upaya memecah-belah bangsa.
Senada, Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada hari yang sama turut mengeluarkan pernyataan duka cita yang mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus. Dalam pernyataannya, Hamas menilai Paus Fransiskus sebagai sosok penting dalam mempromosikan dialog antaragama, mengadvokasi perdamaian, serta menolak kebencian dan rasisme.
“Almarhum Paus Fransiskus memegang posisi penting dalam menolak agresi dan perang di seluruh dunia, dan ia adalah salah satu tokoh agama terkemuka yang mengutuk kejahatan perang dan genosida,” demikian kutipan dari pernyataan Hamas.
Salah satu Pemimpin Hamas di Gaza, Dr. Basem Naim juga turut menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Paus. Ia menekankan dedikasi Paus Fransiskus dalam membina perdamaian dan membela hak-hak sah rakyat Palestina, khususnya dalam menentang genosida yang terjadi di Gaza.
“Tidak diragukan lagi, kehilangan seorang tokoh yang begitu penting dan berkomitmen, meninggalkan kekosongan mendalam yang akan sulit untuk diisi,” ujar Dr. Naim.
Kedua pernyataan dari Hizbullah dan Hamas mencerminkan pengakuan atas peran penting Paus Fransiskus sebagai suara moral dunia yang menolak kekerasan, membela keadilan, dan mendukung dialog lintas iman dalam menghadapi berbagai konflik kemanusiaan global.
