Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Hoveizeh, Rudal Cruise Iran yang Rontokkan Nyali AS-Israel

Hoveizeh, Rudal Cruise Iran yang Rontokkan Nyali AS-Israel

POROS PERLAWANAN – Dalam beberapa tahun terakhir, kekuatan rudal Iran merupakan salah satu faktor ketangguhan negara ini, baik di level regional maupun internasional.

Arogansi dunia, dengan berbagai cara, berupaya untuk melenyapkan atau melemahkan sektor rudal Iran. Meski demikian, upaya mereka berujung pada kegagalan. Hingga kini, Iran terus memproduksi dan mengembangkan berbagai jenis rudal.

Salah satu jenis rudal yang dikembangkan Iran adalah rudal jenis cruise. Rudal jenis ini digunakan banyak negara, lantaran memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya adalah:
1) Rudal ini lebih murah dibandingkan rudal-rudal jenis lain, seperti balistik.
2) Rudal cruise bisa terbang lebih lama daripada jenis lain, juga lebih cepat, sehingga menjadikannya sebagai rudal strategis.
3) Rudal jenis ini tidak mudah terlacak oleh banyak sistem radar, karena kemampuannya melesat di posisi rendah. Akurasi rudal cruise juga terhitung tinggi.

Rudal cruise memiliki 4 karakteristik utama, yaitu:
1) Aspek kekuatan aerodinamik di tingkatan rendah udara, yaitu 30 km.
2) Kemampuan mengubah arah dan ketinggian saat melesat.
3) Daya jangkau lebih dari 50 km.
4) Bisa dipandu menuju target sepanjang jarak yang ditempuh.

Rudal Hoveizeh

Hoveizeh adalah salah satu rudal buatan lokal yang diproduksi Industri Udara Kemenhan Iran dan Angkatan Bersenjata Iran. Rudal Hoveizeh diresmikan dan diperkenalkan kepada dunia pada 2 Februari 2019 lalu.

 

Rudal ini memiliki jangkauan 1.300 km lebih, sehingga bisa dengan mudah menyasar target-target regional, termasuk pangkalan militer AS di Kawasan.

Dengan panjang 6 meter, Hoveizeh memiliki berat satu ton, sehingga mirip dengan “adiknya”, Soumar. Namun jangkauan Hoveizeh 600 km lebih jauh dibandingkan Soumar.

Situs Israel, DEBKAfile, dalam salah satu laporannya menyinggung kesuksesan uji coba Hoveizeh. Menurut situs ini, berlawanan dengan dugaan para pakar Barat, baik Israel maupun AS tidak memiliki kapasitas untuk menghadapi rudal cruise baru Iran ini.

“Baru-baru ini Iran telah mengambil langkah panjang dan cepat dalam produksi rudal jarak menengah. Uji coba rudal cruise baru Iran dengan jangkauan 1.350 km ini merupakan respons terhadap uji coba rudal AS-Israel ‘Arrow-3’ yang dilakukan pada 22 Januari 2018,” tulis DEBKAfile.

Situs Military Watch Magazine juga memuat artikel berjudul “Why Iran’s New Hoveyzeh Cruise Missile Worries Israel” dan membahasnya secara tuntas.

Tags: