Loading

Ketik untuk mencari

Irak

AS Rancang Program Khusus untuk Lazimkan Perilaku Menyimpang dan Dekadensi Moral di Irak

AS Rancang Program Khusus untuk Lazimkan Perilaku Menyimpang dan Dekadensi Moral di Irak

POROS PERLAWANAN – Sekjen Ashaib Ahl al-Haq Irak, Qais Khazali menyatakan AS berencana untuk menyebarkan LGBT di tengah para kawula muda Irak.

Dilansir Tasnim, Khazali menyebut AS menjadikan identitas budaya Irak sebagai sasaran tembaknya. Menurutnya, Washington berusaha untuk menyebarkan paham dan perilaku menyimpang di Negeri Seribu Satu Malam itu.

Sekjen Ashaib Ahl al-Haq menjelaskan, AS telah menganggarkan biaya besar demi menyebarkan LGBT di antara generasi muda Irak, termasuk merusak tatanan kekeluargaan di negaranya. Khazali mengatakan, musuh berupaya menyelewengkan identitas masyarakat, tradisi, dan moral Irak.

Khazali juga bicara soal draf UU Kekerasan Rumah Tangga yang rencananya akan dibahas di Parlemen. Menurutnya, draf ini meliputi beberapa tindakan, termasuk meningkatkan edukasi dan mencegah sejumlah perlakuan ilegal terhadap kaum wanita.

“Secara lahiriah, nama UU ini terdengar indah, namun ini seperti mencampurkan racun dalam madu, sebab UU ini menargetkan bangunan keluarga dan masyarakat Irak,” tandas Khazali.

Ia menerangkan, sejumlah butir di UU Kekerasan Rumah Tangga justru merupakan kriminal. Khazali mengatakan, para korban kekerasan rumah tangga yang meminta perlindungan akan dirujuk ke tempat-tempat yang tidak diawasi Pemerintah, namun tempat-tempat yang dikelola oleh yayasan yang berafiliasi ke lembaga AS dan Kedubesnya.

Khazali mengkritik Pemerintah Irak yang hanya membahas masalah-masalah nonprioritas. Sementara masalah-masalah yang lebih urgen bagi warga Irak justru tidak diprioritaskan dalam agenda kerja Pemerintah.

Pada 4 Agustus lalu, Pemerintah pimpinan Mustafa al-Kadhimi mengumumkan bahwa draf UU Kekerasan Rumah Tangga telah diajukan ke Parlemen. Pemungutan suara terkait draf ini akan kembali dilakukan, setelah sempat tertunda akibat pandemi Corona.

Di tengah maraknya sejumlah insiden yang berujung pada kekerasan terhadap wanita dan anak-anak, draf UU ini memicu pro dan kontra luas di kalangan warga Irak.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *