Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Ini 5 Alasan di Balik Tekad Kuat Iran Balas Teror AS terhadap Syahid Soleimani

Ini 5 Alasan di Balik Tekad Kuat Iran Balas Teror AS terhadap Syahid Soleimani

POROS PERLAWANAN – Pada Jumat 30 Oktober lalu, Kemenhan AS memperingatkan soal ancaman-ancaman terhadap para pejabat senior Pentagon yang terlibat dalam teror Syahid Qassem Soleimani. Kemenhan AS menyatakan bahwa ini adalah ancaman yang serius.

Pentagon mengklaim telah mendapatkan sejumlah “informasi keamanan”, yang disebut-sebut selaras dengan informasi yang sampai ke tangan CIA dan FBI.

Berdasarkan informasi-informasi itu, operasi pembalasan terhadap para perancang dan pelaku teror Syahid Soleimani adalah ancaman serius.

Di Iran ada fakta tak terbantahkan bahwa Donald Trump dan semua yang berperan dalam teror tersebut mesti membayar mahal atas kejahatan mereka. Para pemimpin Iran tak sekadar ingin meredam gejolak amarah rakyat Iran atas teror ini, tapi juga mengeluarkan surat perintah untuk menangkap 36 pejabat politik dan militer AS dan negara lain, termasuk Trump. Kendati waktu terus berlalu, mereka telah membulatkan tekad untuk melaksanakan pembalasan.

Andai para pemimpin Iran ingin menghindari konfrontasi dengan AS, niscaya mereka sudah merasa cukup dengan menghujani pangkalan Ayn al-Asad dengan rudal. Mereka juga tidak akan menyatakan bahwa gempuran atas pangkalan tersebut hanya bagian dari proyek pembalasan. Mereka juga tak akan bersikeras bahwa pembalasan asli adalah serangan terhadap semua perancang dan pelaku teror, terutama Trump, yang akan terus diburu usai masa jabatannya berakhir.

Teror Syahid Soleimani bukan hanya kasus politik belaka, tapi adalah kejahatan yang di situ seorang tamu resmi sebuah negara dibunuh di wilayah negara tersebut. Selain itu, Syahid Soleimani adalah salah satu panglima perang antiterorisme internasional, sehingga para pembunuhnya mesti dihukum.

Tekad kuat Iran untuk memburu para pelaku teror mengandung sejumlah pesan, di antaranya adalah:

1. Kekuatan militer AS tidak bisa melindunginya dari pembalasan Iran.

2. Darah orang Iran memiliki nilai. Siapa pun yang menumpahkannya, mesti membayar mahal.

3. Pemerintah Teroris AS harus tetap dirundung mimpi buruk pembalasan Iran, sehingga merasa takut terhadap gerakan dan tindakan apa pun.

4. Sudah bukan saatnya AS melakukan kejahatan tanpa merasa takut akan dibalas.

5. AS tidak bisa lagi melanjutkan kebijakan terornya terhadap bangsa-bangsa lain.

Sudah merupakan aib bagi Paman Sam bahwa ia berada dalam ketakutan akan pembalasan Iran. Ini menunjukkan bahwa AS telah memahami pesan tekad kuat Iran untuk membalaskan perlakuan keji AS terhadap Syahid Soleimani.

Kelak, AS akan menerima pesan lebih banyak lagi saat sudah mencicipi pembalasan itu.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *