Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Institut Angkatan Laut AS Akui Kekuatan Militer Yaman Berhasil Pecundangi Militer Amerika

Institut Angkatan Laut AS Akui Kekuatan Militer Yaman Berhasil Pecundangi Militer Amerika

POROS PERLAWANAN – Surat Kabar Iran Kayhan pada Minggu 5 Januari mengunggah sebuah laporan yang menyebut bahwa Institut Angkatan Laut Amerika Serikat, dalam sebuah laporan resmi, mengungkapkan dampak signifikan yang ditimbulkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman terhadap Angkatan Laut AS. Mereka bahkan menyebut Yaman layak menerima “penghargaan besar tahun 2024” atas keberhasilannya menciptakan tantangan serius bagi Militer Amerika.

Sejak pecahnya Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, kelompok Perlawanan Ansharullah Yaman memulai serangan ke kapal-kapal yang terkait dengan rezim Zionis di Laut Merah yang dimulai pada 19 November 2023. Serangan ini mencakup target di wilayah Palestina yang Diduduki, terutama di bagian selatan, menggunakan rudal dan drone. Serangan pertama Ansharullah ke Wilayah Pendudukan dilaporkan terjadi pada 19 Oktober 2023.

Pemimpin Ansharullah, Abdulmalik al-Houthi dengan tegas menyatakan bahwa hingga 31 Oktober 2024, pasukan Yaman telah menyerang total 202 kapal yang berafiliasi dengan AS, Inggris, dan Israel. Serangan ini melibatkan kapal dagang, yang berdampak besar pada ekonomi Israel dan sekutunya, serta kapal perang AS, yang meruntuhkan dominasi Amerika di perairan internasional.

Hegemoni Laut yang Runtuh

Institut Angkatan Laut AS mencatat bahwa kapal induk USS Eisenhower menghadapi serangan intens berupa rudal dan drone selama lebih dari separuh tahun 2024. Bahkan, laporan itu menyebut Angkatan Bersenjata Yaman sebagai pihak yang layak mendapatkan penghargaan atas keberhasilan mereka dalam menghadapi dominasi Angkatan Laut Amerika.

Pada Februari 2024, sebuah kapal Inggris bernama Roubimar tenggelam akibat serangan Yaman. Selama Musim Dingin dan Semi pada tahun tersebut, kapal perusak AS menjadi target hampir setiap hari. Pada Juni 2024, kapal induk USS Dwight D. Eisenhower bahkan meninggalkan Laut Merah, menyisakan kapal-kapal perusak AS untuk “mengamankan Kawasan”. Ketakutan terhadap serangan ini memaksa perusahaan pelayaran besar seperti Maersk dan Hapag-Lloyd menghentikan operasi mereka di Laut Merah.

Krisis Ekonomi Akibat Gangguan Perdagangan Laut

Serangan-serangan ini menyebabkan dampak ekonomi yang signifikan, terutama terhadap Israel. Tiga dampak utama yang dirasakan meliputi:

1. Penurunan volume pelayaran: Banyak perusahaan pelayaran mengalihkan rute mereka untuk menghindari Laut Merah dengan memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika. Perubahan ini meningkatkan waktu dan biaya transportasi secara drastis.

2. Kenaikan premi asuransi: Perusahaan asuransi menaikkan tarif premi untuk kapal-kapal yang melintasi Laut Merah akibat risiko tinggi. Hal ini langsung memengaruhi harga barang impor dan ekspor Israel.

3. Keterlambatan pengiriman barang: Perubahan rute pelayaran menyebabkan keterlambatan signifikan dalam distribusi barang ke Israel, yang mengganggu rantai pasokan dan memicu kenaikan harga barang.

Israel, yang sangat bergantung pada impor energi, juga menghadapi lonjakan biaya energi akibat gangguan logistik ini. Selain itu, ketakutan akan ketidakamanan Kawasan membuat jumlah wisatawan ke Israel menurun drastis, memperburuk sektor pariwisata.

Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon

Sementara itu, di Lebanon selatan, pasukan Israel dilaporkan membakar puluhan rumah di desa Hula dan melakukan serangan ke berbagai lokasi di wilayah tersebut. Media lokal menyebut bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, Israel telah melanggar kesepakatan sebanyak 364 kali dalam 38 hari terakhir.

Serangan Ansharullah terhadap Israel

Sejak Oktober 2023, Ansharullah Yaman meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap Israel, terutama sebagai respons atas agresi Israel di Gaza. Serangan ini menargetkan wilayah selatan Israel dengan tujuan menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina sekaligus menekan Israel untuk menghentikan perang.

Intensitas serangan ini menunjukkan perubahan signifikan dalam strategi Ansharullah, yang sebelumnya hanya melontarkan ancaman, kini menjadi aktor militer aktif dalam konflik regional.

Tags: