Iran Bantah Tuduhan Campur Tangan dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza
POROS PERLAWANAN — Pemerintah Iran membantah tuduhan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyebut bahwa Teheran terlibat dalam perundingan gencatan senjata di Gaza. Mengutip laporan Tasnimnews Agency pada Selasa 29 Juli, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya pengalihan isu dari keterlibatan AS dalam krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
“Republik Islam Iran, bersama seluruh negara yang menjunjung kemanusiaan, mengutuk keras genosida yang terjadi di Gaza,” tegas Baghaei. “Kami mendukung setiap proses yang dapat menghentikan kejahatan dan mengurangi penderitaan rakyat Gaza yang tertindas.”
Baghaei juga menekankan bahwa delegasi Hamas telah menjalankan perundingan secara independen dan memperjuangkan kepentingan rakyat Gaza dengan cara yang paling tepat. Menurutnya, mereka tidak membutuhkan intervensi dari pihak ketiga, termasuk Iran.
Menanggapi tudingan Amerika Serikat, Baghaei menegaskan bahwa pernyataan tentang campur tangan Iran merupakan tuduhan palsu yang bertujuan untuk mengalihkan tanggung jawab AS atas dukungannya terhadap tindakan rezim Zionis.
“Sebaliknya, Amerika Serikat seharusnya mempertanggungjawabkan dukungannya terhadap kejahatan yang dilakukan oleh rezim Pendudukan, termasuk terbunuhnya lebih dari 60.000 warga sipil tak berdosa termasuk perempuan dan anak-anak, pengepungan brutal atas Jalur Gaza, serta penghalangan masuknya bantuan kemanusiaan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung tewasnya warga sipil akibat kelaparan dan kehausan di area yang disebut sebagai pusat distribusi bantuan, yang menurutnya didirikan oleh perusahaan-perusahaan Amerika.
Baghaei menyerukan kepada Pemerintah AS untuk mendukung gencatan senjata permanen di Gaza, menghentikan pengiriman senjata ke rezim Pendudukan, dan memaksa Israel mengakhiri genosida serta membuka jalur bantuan kemanusiaan melalui mekanisme internasional yang sah.
