Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Berada di Ambang Posisi ‘Kekuatan Teknologi Laser Berpengaruh’ di Kawasan

Pejabat Iran Tepis Sinyal-sinyal ‘Konfrontasi Militer’ dengan AS

POROS PERLAWANAN – Direktur Jenderal Pusat Laser Organisasi Energi Atom Iran menyatakan bahwa Iran kini berada di ambang menjadi salah satu kekuatan paling berpengaruh dalam teknologi laser di Kawasan. Pernyataan ini menegaskan ambisi teknologi yang semakin eksplisit di tengah kompetisi regional yang mulai berporos pada sektor-sektor canggih.

Mengutip Kayhan, dalam konferensi pers pada Selasa 2 Desember yang membahas pencapaian nasional di bidang teknologi laser, CEO Pusat Nasional untuk Sains dan Teknologi Laser Iran, Seifollah Asadollahi menjelaskan kemajuan negara itu dalam industri, kedokteran, energi bersih, lingkungan, pertanian cerdas, dan pengukuran presisi. Ia menekankan bahwa Iran berada pada titik kritis untuk menjadi salah satu pusat teknologi laser paling maju di Timur Tengah, berkat kemandirian para ahli dalam negeri.

Sejak awal pertemuan, Asadollahi menyebut laser sebagai teknologi dasar yang menentukan keunggulan strategis negara modern. Laser telah menjadi tulang punggung berbagai sektor industri, medis, penelitian, hingga energi. Dalam konteks geopolitik, negara yang menguasai teknologi laser tidak hanya unggul dalam produksi sipil, tetapi juga memiliki leverage di bidang keamanan, navigasi, komunikasi, dan sensor presisi; semua elemen yang menentukan kompetisi kekuatan di Kawasan.

Asadollahi mengungkapkan bahwa Iran telah berhasil melokalisasi sebagian besar peralatan laser yang dibutuhkan industri domestik. Produksi laser industri dan medis dalam negeri menurunkan ketergantungan pada impor, memperkuat kapasitas produksi, dan mengurangi biaya. Lokalitas teknologi semacam ini, dalam situasi Iran yang masih menghadapi sanksi luas, memiliki arti strategis tersendiri; kemampuan bertahan dan berkembang tanpa membuka celah kerentanan akibat embargo.

Pada sektor industri, laser buatan Iran kini digunakan dalam pemotongan logam presisi, pembuatan komponen sensitif, elektronik, otomotif, petrokimia, dan telekomunikasi. Kualitasnya disebut cukup tinggi hingga menarik minat negara-negara di Kawasan yang mencari alternatif pemasok teknologi selain blok Barat. Dengan kata lain, industri laser Iran mulai memosisikan diri sebagai instrumen diplomasi ekonomi baru, saluran yang dapat memperluas jejaring geopolitik Iran melalui teknologi, bukan hanya melalui Poros Perlawanan.

Dalam penjelasannya mengenai pertemuan para pelaku industri laser di Iran, Asadollahi menekankan perlunya integrasi kapasitas nasional untuk mengubah industri ini menjadi salah satu tumpuan ekonomi teknologi tinggi Iran. Ia menjelaskan bahwa kemampuan laser dalam pemantauan lingkungan, mengenali polutan udara dan air secara langsung, memberikan nilai strategis dalam mengelola sumber daya alam. Ini memperkuat citra Iran sebagai negara yang menggunakan teknologi canggih untuk isu lingkungan, bukan hanya untuk aplikasi industri dan militer.

Pada bidang pertanian pintar, laser membuka peluang baru, diagnosis penyakit tanaman secara cepat, pengukuran kelembapan tanah, pemantauan kondisi pertumbuhan, serta peningkatan kualitas produk pertanian. Dalam konteks tekanan air kronis di Iran, teknologi ini dapat menjadi instrumen ketahanan nasional.

Asadollahi menilai bahwa konvergensi teknologi laser dengan kecerdasan buatan dan fotonik canggih adalah langkah berikutnya. Kombinasi ketiganya menghasilkan sistem dengan kecepatan deteksi, kemampuan kalkulasi, dan akurasi yang melampaui teknologi generasi sebelumnya. Ia menyatakan bahwa Iran memiliki kapasitas untuk menjadi pusat fotonik regional, sebuah klaim yang jika berhasil diwujudkan, akan memberi Iran posisi strategis di pasar teknologi sensitif yang memiliki nilai sipil dan militer sekaligus.

Produksi laser medis dalam negeri, meliputi sistem terapeutik, bedah, pencitraan, dan diagnostik, ditargetkan bisa menekan biaya layanan kesehatan sekaligus memperluas pasar ekspor Iran ke Kawasan. Jika diproyeksikan ke depan, laser medis buatan Iran dapat menjadi kanal soft power yang memperkuat pengaruh Iran melalui jalur teknologi kesehatan.

Dalam konteks kekuatan nasional, Asadollahi menegaskan bahwa kemajuan Iran di bidang laser telah mencegah keluarnya devisa dan sekaligus membuka lapangan bagi generasi pakar baru. Industri ini, menurutnya, akan tetap dinamis dan memiliki nilai strategis tinggi karena bertautan dengan sektor-sektor sensitif seperti kedirgantaraan, robotika, dan elektronika. Laser dengan tingkat presisi yang tinggi, telah menjadi alat utama dalam penelitian dan pengembangan yang berkaitan dengan pertahanan, navigasi, sensor optik, hingga sistem anti-drone.

Pameran Laser, Fotonik, dan Teknologi Kuantum Internasional ke-6 dipandang sebagai ajang penting untuk menampilkan pencapaian Iran di bidang laser, fotonik, dan teknologi kuantum. Acara ini mempertemukan universitas, pusat penelitian, dan industri, mempercepat integrasi ekosistem inovasi yang ingin dibangun Iran. Para ahli menilai bahwa jika dikembangkan secara agresif, teknologi laser dapat berkontribusi besar pada ekonomi berbasis pengetahuan Iran, sekaligus meningkatkan peluang ekspor di tengah sanksi internasional.

Dengan sumber daya manusia yang terlatih dan kapasitas teknologi yang berkembang, Iran cukup beralasan menargetkan diri sebagai pusat teknologi laser regional.

Asadollahi menutup dengan menekankan pentingnya pendidikan teknologi laser sejak dini agar generasi berikutnya tidak hanya menjadi pengguna, tetapi pencipta teknologi optik dan fotonik modern.

Pameran Laser, Fotonik, dan Kuantum Internasional ke-6 akan digelar pada 12–15 Januari di Aula 7 dan 27 Pusat Pameran Internasional Teheran. Acara ini akan menampilkan inovasi terbaru para pelaku industri dalam dan luar negeri, mempertegas ambisi Iran untuk memainkan peran utama dalam kompetisi teknologi tinggi di Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *