Iran: Jerman Terlibat dalam Kejahatan Perang dan Agresi Militer Israel terhadap Republik Islam
POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras posisi terbaru Kanselir Jerman atas dukungannya terhadap serangan militer Israel terhadap Iran. Dalam pernyataan publik yang dirilis Jumat 11 Juli, melalui platform X (sebelumnya Twitter), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei menyatakan bahwa Berlin terlibat secara tidak langsung dalam agresi dan kejahatan perang terhadap Republik Islam.
Menurut laporan Tasnimnews, Baqaei menyatakan bahwa Kanselir Jerman “secara sadar mendukung kejahatan keji rezim Zionis, dengan mengorbankan prinsip-prinsip dasar Piagam PBB dan hukum internasional”. Ia menambahkan bahwa dukungan Jerman atas serangan Israel tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab hukum dan moral di tingkat internasional.
Mengacu pada latar belakang hukum Kanselir Olaf Scholz, Juru Bicara Iran itu menyebut, “Sebagai seorang lulusan hukum, ia seharusnya memahami bahwa serangan militer terhadap Iran adalah pelanggaran berat terhadap Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB, dan merupakan tindakan kriminal menurut standar hukum internasional.”
Menurut Iran, sikap Jerman tidak sekadar retorika politik, tetapi mencerminkan keterlibatan aktif dalam mendukung aksi militer Israel yang secara terbuka menyerang wilayah kedaulatan Iran. Baqaei memperingatkan bahwa “menyetujui kekejaman sama dengan berpartisipasi di dalamnya”, dan menyatakan bahwa dukungan berkelanjutan dari Berlin membuat Jerman “secara hukum bertanggung jawab atas agresi, kejahatan perang, dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh rezim Zionis”.
Sikap Teheran mencerminkan ketegasan Iran dalam menghadapi negara-negara Barat, terutama menyusul serangan militer terbaru yang dilakukan Israel dengan dukungan diplomatik dari sekutu-sekutunya, termasuk Amerika Serikat dan Jerman.
Pemerintah Jerman belum mengeluarkan tanggapan resmi terhadap pernyataan Iran ini.
