Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Iran Kecam Argentina yang Tetapkan IRGC sebagai ‘Organisasi Teroris’

POROS PERLAWANAN — Iran mengecam keras keputusan Pemerintah Argentina yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai “organisasi teroris”. Teheran menilai langkah itu bukan semata-mata keputusan politik, melainkan bentuk keberpihakan terbuka kepada Israel dan Amerika Serikat yang berpotensi merusak hubungan bilateral kedua negara.

Kementerian Luar Negeri Iran, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu 1 April, menyebut keputusan Buenos Aires sebagai tindakan yang melanggar prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional, terutama terkait penghormatan terhadap kedaulatan negara serta larangan campur tangan dalam urusan domestik negara lain.

Mengutip Press TV, Teheran menegaskan penetapan tersebut merupakan kesalahan strategis sekaligus penghinaan terhadap bangsa Iran. Pemerintah Iran juga menilai kebijakan itu sejalan dengan sikap Argentina yang dinilai semakin mendukung Israel dan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan Kawasan.

“Dengan menyatakan dukungan mereka terhadap agresi militer AS dan Rezim Zionis terhadap Iran, Presiden dan Menteri Luar Negeri Argentina telah memosisikan diri sebagai mitra kejahatan yang dilakukan di Iran dan menempatkan diri mereka di sisi sejarah yang salah.”

Dalam pernyataan yang sama, Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan bahwa keputusan tersebut dapat merusak hubungan bilateral Iran–Argentina, sekaligus menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan antarnegara. Teheran juga menilai langkah itu dapat memunculkan konsekuensi hukum dan tanggung jawab internasional bagi Pemerintah Argentina.

Sebelumnya, kantor Kepresidenan Argentina pada Selasa mengumumkan penetapan IRGC sebagai “organisasi teroris”. Buenos Aires beralasan langkah itu diambil karena IRGC dituduh memiliki keterkaitan dengan dukungan terhadap Hizbullah, Kelompok Perlawanan Lebanon yang selama ini dikaitkan Argentina dengan pemboman mematikan pada 1994 di Buenos Aires.

Namun, keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan politik dari Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, terhadap sekutu-sekutu Washington untuk mengambil sikap lebih keras terhadap Iran, termasuk mendorong penetapan IRGC sebagai “organisasi teroris”.

Di sisi lain, dorongan tersebut belum mendapat dukungan luas di tingkat internasional. Hingga kini, hanya segelintir negara yang mengikuti seruan Washington, sementara sebagian besar negara memilih menjaga jarak dari eskalasi yang berpotensi memperluas konflik di Kawasan.

Keputusan Argentina pun dipandang bukan hanya sebagai kebijakan keamanan, melainkan juga bagian dari konstelasi geopolitik yang lebih besar, di mana tekanan diplomatik, loyalitas blok, dan pertarungan narasi global semakin menentukan arah hubungan antarnegara.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *