Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Kecam Perilaku AS Lumpuhkan Lembaga Internasional dan Rekayasa Kekacauan Kawasan Asia

POROS PERLAWANAN — Dilansir Press TV, Republik Islam Iran kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat berada di balik upaya sistematis untuk melumpuhkan lembaga-lembaga internasional dan menciptakan ketidakstabilan global demi mempertahankan dominasi hegemoniknya. Pernyataan tegas ini disampaikan Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamid Reza Haji Babaei, dalam sidang pleno ke-16 Majelis Parlemen Asia (Asian Parliamentary Assembly/APA) yang digelar di Manama, Bahrain pada Senin 27 Januari lalu.

Dalam pidatonya, Haji Babaei menyoroti pola perilaku Washington yang secara terencana menggunakan tekanan politik, sanksi ilegal, ancaman militer, serta intimidasi ekonomi untuk memaksakan kehendaknya kepada negara-negara lain, khususnya di kawasan Asia. Menurutnya, tidak ada satu pun negara yang kebal dari arogansi AS, terlepas dari ukuran, kekuatan, maupun sejarah hubungan mereka dengan Washington.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah AS berusaha mengeksploitasi sumber daya alam, kekayaan nasional, dan posisi strategis negara-negara berdaulat. Dalam prosesnya, AS secara sengaja melemahkan kredibilitas dan fungsi lembaga internasional, mulai dari Dewan Keamanan PBB hingga berbagai forum multilateral, mekanisme penyelesaian sengketa, dan Badan-badan hak asasi manusia. “Tekanan, sanksi, ancaman, hingga pengabaian terang-terangan telah menjadi instrumen rutin AS untuk melumpuhkan sistem internasional,” tegasnya.

Haji Babaei juga menyebut Iran sebagai salah satu target utama dari strategi permusuhan AS. Ia mengingatkan tentang rangkaian ancaman penggunaan kekuatan, sanksi sepihak yang melanggar hukum internasional, serta tindakan agresi langsung dan tidak langsung yang bertentangan dengan Piagam PBB. Dalam konteks ini, ia menyinggung pemboman fasilitas nuklir Iran oleh AS di tengah agresi ilegal Rezim Zionis Israel, yang menewaskan sedikitnya 1.064 warga Iran pada periode 13–27 Juni 2025.

Sekaitan dengan situasi domestik, Haji Babaei menolak narasi Barat yang menggambarkan kerusuhan di Iran sebagai protes spontan. Ia menegaskan bahwa sejak awal demonstrasi damai terkait masalah ekonomi, namun AS dan Rezim Zionis berupaya membajak aspirasi rakyat dan mengarahkannya menjadi kekacauan bersenjata. Di antaranya berupa pola kekerasan terorganisasi, penggunaan senjata api, pembakaran fasilitas publik, masjid, dan pusat kesehatan. Menurutnya, hasil evaluasi Otoritas terkait mengindikasikan adanya campur tangan dan pengendalian asing dalam rangkaian kerusuhan tersebut.

Ia menambahkan bahwa para pejabat AS, termasuk Presiden Donald Trump, secara terbuka mendorong para perusuh dan menyebarkan angka korban palsu guna melegitimasi intervensi asing. Data resmi mencatat 3.117 korban jiwa akibat kerusuhan, dengan mayoritas merupakan warga sipil dan aparat keamanan yang tidak bersalah.

Menutup pidatonya, Haji Babaei memuji jutaan rakyat Iran yang turun ke jalan pada 12 Januari untuk mendukung supremasi hukum dan stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa bangsa Iran tidak akan tunduk pada tekanan atau proyek destabilisasi. “Iran tidak pernah memulai konfrontasi, tetapi setiap agresi akan dibalas secara tegas, proporsional, dan sah sesuai Pasal 51 Piagam PBB,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *