Iran Kecam Keras Serangan Rezim Israel ke Pelabuhan-Pelabuhan Penting Yaman
POROS PERLAWANAN — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Nasser Kanani mengutuk keras serangan udara yang dilancarkan rezim Israel terhadap pelabuhan-pelabuhan penting di Yaman, dan menyebutnya sebagai bukti nyata dari watak agresif dan kriminal rezim tersebut.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Sabtu 17 Mei, Kanani menyampaikan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian panjang kejahatan tanpa henti yang dilakukan Israel terhadap negara-negara Muslim di Kawasan.
“Menyerang infrastruktur ekonomi dan fasilitas publik Yaman—termasuk pelabuhan Hudaydah, Ras Issa, dan Salif—merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Serangan ini jelas merupakan bentuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tegas Kanani.
Ia menambahkan bahwa tindakan brutal ini dilakukan di tengah kondisi rakyat Yaman yang masih terkepung dan menderita krisis kemanusiaan parah. Penargetan pelabuhan-pelabuhan strategis tersebut, lanjutnya, merupakan upaya keji untuk merampas akses rakyat terhadap kebutuhan dasar kehidupan.
Menanggapi agresi ini, Pemerintah Yaman menyatakan bahwa mereka akan memberikan “respons yang menyakitkan” terhadap rezim Zionis. Pihak Yaman menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan hak dasar bangsa mereka.
Kanani juga menyinggung keterlibatan langsung Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah negara Barat lainnya dalam mendukung kejahatan Israel di Gaza maupun agresinya terhadap negara-negara Muslim di Kawasan.
“Tidak diragukan lagi, dukungan tanpa syarat AS, Inggris, dan beberapa negara Barat lainnya terhadap rezim Zionis telah mendorong Israel untuk terus melanggar hukum internasional, melakukan pembantaian terhadap perempuan dan anak-anak Palestina yang tak berdaya, dan kini, menargetkan rakyat Yaman yang tertindas,” ujarnya. “Pemerintah-pemerintah ini merupakan mitra langsung dalam kejahatan tersebut dan harus bertanggung jawab di hadapan opini publik dunia.”
Kritik terhadap PBB dan Seruan kepada Dunia Islam
Dalam pernyataannya, Kanani juga mengecam keras sikap pasif Dewan Keamanan PBB dalam menghadapi agresi militer Israel, dan menilai hal itu sebagai indikasi semakin melemahnya otoritas hukum dan moral lembaga internasional tersebut.
Sebagai penutup, ia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya warga sipil Yaman akibat serangan berulang rezim Zionis, sekaligus menyerukan solidaritas dunia Islam dalam menghadapi ekspansi dan provokasi Israel.
“Dunia Islam harus menyadari tanggung jawab moral dan hukumnya dalam melawan ekspansionisme dan perang yang dipicu oleh rezim Zionis. Jika dibiarkan, agresi ini tidak hanya akan semakin memperburuk ketidakstabilan Kawasan, tetapi juga akan mengancam perdamaian global secara keseluruhan,” pungkasnya.
