Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Peringatkan Trio Eropa: Tak Perlu Dialog Apa pun untuk Sekadar Penuhi Komitmen JCPOA!

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, seorang pejabat tinggi Iran telah menolak kemungkinan negosiasi ulang pakta nuklir 2015 yang ditandatangani antara Teheran dan enam negara utama dunia, menekankan bahwa pihak lain hanya perlu memenuhi komitmennya dan tidak perlu pembicaraan lebih lanjut.

“Renegosiasi JCPOA tidak mungkin dilakukan, karena Iran, China dan Rusia [telah] menyatakan oposisi mereka,” kata Juru Bicara Pemerintah, Ali Rabiei dalam konferensi pers mingguannya pada hari Selasa.

Dia mengingatkan para penanda tangan Eropa dalam perjanjian yang dikenal dengan nama Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) -Prancis, Jerman dan Inggris (E3)- bahwa sekadar untuk kembali ke komitmen mereka di bawah perjanjian nuklir, tidak memerlukan dialog apa pun.

Para pihak, tegas Rabiei, dapat dengan mudah menghormati JCPOA tanpa perlu negosiasi baru jika pemerintahan Presiden terpilih AS, Joe Biden yang akan datang mencabut kebijakan pendahulunya.

Sementara itu, Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Mikhail Ulyanov meminta Iran dan E3 mengesampingkan perbedaan, dan mencoba menyelesaikan masalah yang ada.

“Untuk waktu yang lama E-3, di satu sisi, dan Iran, di sisi lain, mengacu pada Mekanisme Penyelesaian Sengketa. Itu kontraproduktif. Kita semua berada dalam satu perahu. Kita harus fokus pada bagaimana menyelesaikan masalah yang ada dan tidak membuat yang baru. Ini berlaku untuk semua peserta JCPOA”, tulis Ulyanov melalui laman Twitter resminya, Selasa.

Lebih lanjut, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell menyuarakan dukungan untuk diplomasi intensif dan upaya memfasilitasi kembalinya AS ke JCPOA.

“Uni Eropa menegaskan kembali komitmennya yang kuat dan dukungan berkelanjutan untuk Rencana Aksi Komprehensif Bersama. JCPOA adalah elemen kunci dari arsitektur non-proliferasi nuklir global dan pencapaian diplomasi multilateral, yang didukung dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan PBB melalui resolusi 2231,” katanya dalam sebuah pernyataan, Selasa.

Perkembangan itu terjadi ketika seorang pejabat senior Israel, yang tidak mau disebutkan namanya, menyatakan bahwa rezim Tel Aviv bermaksud untuk menggagalkan rencana Biden untuk bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir Iran, menurut Bloomberg.

Pejabat itu menyoroti bahwa Israel akan mulai dengan mengirim sejumlah utusan ke Washington, dan akan mengambil tindakan lain nanti. Strategi tersebut bertentangan dengan kesediaan tim Biden untuk masuk kembali ke JCPOA.

Selama kampanye pemilihannya, Biden mengatakan bahwa dia akan bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut jika Iran kembali ke kepatuhan ketat terhadapnya.

Tags: