Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Kuba Kutuk Perilaku ‘Munafik dan Sinis’ AS yang Ingin Masukkan Havana ke Daftar Negara Sponsor Terorisme

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez telah mengutuk tindakan “munafik dan sinis” AS untuk mengembalikan Havana ke daftar “negara sponsor terorisme”, menggambarkannya sebagai oportunisme politik.

“Kami mengutuk penunjukan munafik dan sinis yang diumumkan AS atas Kuba sebagai Negara yang mensponsori terorisme”, cuit Rodríguez pada Senin malam.

“Oportunisme politik AS diakui oleh mereka yang secara jujur prihatin dengan momok terorisme dan korbannya,” tambahnya.

Komentarnya muncul setelah Pemerintah AS mengumumkan akan mengembalikan Kuba ke daftar negara sponsor terorisme AS, sebuah langkah yang dapat mempersulit upaya apa pun oleh pemerintahan Biden yang akan datang untuk menghidupkan kembali relaksasi hubungan era Obama dengan Havana.

Hanya sembilan hari sebelum Donald Trump meninggalkan jabatannya, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pada hari Senin bahwa Kuba telah masuk daftar hitam karena “berulang kali memberikan dukungan untuk tindakan terorisme internasional” dengan menyembunyikan buronan AS serta para pemimpin pemberontak Kolombia.

Pompeo juga mengutip dukungan keamanan Kuba untuk Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Diplomat tinggi AS itu mendesak Pemerintah Raul Castro untuk mengakhiri dukungannya atas apa yang disebutnya “terorisme internasional dan subversi terhadap keadilan AS”.

Trump telah menekan Kuba sejak berkuasa pada 2017, memperketat pembatasan perjalanan dan pengiriman uang AS ke Kuba, dan menjatuhkan sanksi pada pengiriman minyak Venezuela ke Kuba.

Kebijakan garis keras Trump atas Kuba membuatnya populer di antara populasi besar Kuba-Amerika di Florida Selatan, membantunya memenangkan pemilihan di wilayah tersebut pada bulan November lalu, meskipun kalah dalam total suara dari Biden, yang merupakan Wakil Presiden dari Obama.

Biden mengatakan selama kampanye pemilihan bahwa dia akan segera membalikkan kebijakan Trump di Kuba yang “telah merugikan rakyat Kuba dan tidak melakukan apa pun untuk memajukan demokrasi dan hak asasi manusia”.

Akan tetapi langkah Trump bisa membuat Biden lebih sulit untuk melanjutkan pemulihan hubungan kedua negara ketika dia menjabat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *